FESyar Jawa 2021, Indonesia Optimis Tumbuh Ekonomi Syariah

32

SURABAYA (Kabarjawatimur.com) – Ajang Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2021 Regional Jawa yang melibatkan Bank Indonesia BI juga menggandeng Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren), 10 perbankan syariah, 2 e-commerce, dan 3 fintech syariah di atrium Tunjungan Plaza (TP) III, Surabaya, resmi dibuka.

Selama pembukaan event yang di selengarakan di Tunjungan Plaza 3?lantai 3, Senin (27/9/2021), Dihadir oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Budi Hanoto, Kapolrestabes Surabaya, perwakilan Bupati se Jawa Timur.

Event ini diharapkan bisa memberikan tempat untuk menunjukkan potensi-potensi ekonomi syariah yang bisa masuk di pasar global.
Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Budi Hanoto, Indonesia yang merupakan negara dengan warga penduduk mayoritas muslim, tidak bolah hanya dijadikan sekedar pasar. “Tapi juga harus seimbang dengan menjadi produsen,’ ujarnya disela pembukaan Fesyar, Senin (27/9/2021).

Pelaksaan FeSyar ini dilakukan secara hybrid (online maupun ofline) karena mengikuti kondisi Jawa Timur yang kini berstatus PPKM level 1. Dengan hadirnya 90 booth UMKM syariah yang tampil di atrium TP 3 dan TP 1.

Baca Juga  Sigra Merah Nyemplung ke Laut, Sopir Ngantuk

Dari 90 UMKM syariah yang ikut serta dalam FESyar 2021 Jawa kali ini, 42 diantaranya menyuguhkan karya fashion mutakhir, 37 UMKM menyajikan halal food yang higienis dan sehat, 11 UMKM tampilkan karya sastra lokal yang berkelas. FeSyar ini juga diwarnai dengan deklarasi rumah kurasi untuk tingkatkan kapasitas UMKM syariah.

Ada juga one pesantren one product (OPOP) dan Hebitren melalui proses inkubasi dan juga pendampingan dengan melibatkan BI, Kadin, dinas terkait, dan NU serta Muhammadiyah. “Akan ada penguatan ekosistem syariah melalui pembiayaan berbasis sosial. Nanti ada badan amil zakat nasional di daerah atau Baznasda akan salurkan usaha produktif berbasis syariah untuk UMKM OPOP dan Hebitren,” ujarnya.

Loading...

FESyar gelaran BI ini merupakan satu rangkaian kegiatan menuju Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF), sebuah event ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia. FESyar disebut sebagai bentuk dukungan Bank Indonesia terhadap visi Indonesia sebagai pusat dari pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah dunia.

Untuk regional Jawa, FESyar 2021 akan diselenggarakan tanggal 27 September hingga 2 Oktober 2021.FESyar Jawa 2021 akan mendorong ekonomi syariah melalui digitalisasi menuju pemulihan ekonomi melalui sinergi pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Jawa.

Baca Juga  Terkait OTT Hakim, Ketua DPD KAI Jatim : KPK Agar Bekerja Profesional Dalam Penegakan Hukum

Sementara, Gubernur Khofifah Indar Parawansa berharap FESyar 2021 ini bisa membangkitkan perekonomian di Jatim. Dalam kondisi tren Covid-19 di Jatim yang terus menurun, menurutnya, ajang ini menjadi momentum untuk membangkitkan perekonomian, meski harus tetap dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Dia menjelaskan bahwa saat ini semakin banyak negara di dunia yang juga mengincar pasar Muslim, melalui industri hingga pariwisata halal. “Mari kita melihat Korea yang memiliki visi menjadi destinasi utama pariwisata halal. Ini yang bisa kita dorong. Pesantren tak hanya menyiapkan produk tapi visi menjadi pariwisata halal, banyak pantai, gunung, hingga siklus budaya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyebut Kabupaten Sidoarjo yang kini sudah memiliki kawasan industri halal untuk pelaku UMKM. Bahkan akhir bulan ini, rencananya Wapres RI akan meninjau kawasan industri halal yang pertama di Indonesia untuk pelaku UMKM tersebut.

Reporter: Rusmiyanto

 

Loading...
Berita sebelumyaMarkas Polisi Juga Gunakan PeduliLindungi
Berita berikutnyaPolisi Banyuwangi Bagi-bagi Menu Sarapan pada Pengguna Jalan

Tinggalkan Balasan