Festival Musik Ul-Daul Meriahkan Perayaan Hari Jadi Kabupaten Pamekasan

37

PAMEKASAN (Kabarjawatimur.com) – Dalam rangka meperingati hari jadi Kabupaten Pamekasan ke-489 tahun, Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Pemuda Olahraga, menggelar festival musik daul atau sering disebut musik tong-tong. Start depan Hotel front one Jl Jokotole Pamekasan Madura, pada Minggu (27/10/2019 ) malam kemarin.

Musik Daul merupakan musik etnik yang tumbuh dan berkembang pesat di Pamekasan. Musik Daul itu sejenis musik kolaborasi dari berbagai alat musik, baik alat musik tradisional maupun alat musik yang terbuat dari peralatan sehari hari seperti bak air yang dimodifikasi menjadi bass drum.

Wakil Bupati Pamekasan Raja’e mengatakan, festival musik Daul ini untuk mendorong kreativitas para pelaku seni, khususnya musik Daul yang ada di Kabupaten Pamekasan.

Baca Juga  Layanan Paspor ‘Langsung Pamit’ Imigrasi Surabaya Terima Apresiasi Komisi III DPR RI

“Kita sama-sama memahami bahwa seni budaya sebagai sebuah sektor telah mengambil peran penting dalam hubungan antara bangsa di dunia. Seni budaya telah menjadi bagian gaya hidup dan kebutuhan manusia. Menikmati keindahan seni budaya yang merupakan hasil cipta dan karsa manusia telah menjadi salah satu kebutuhan dasar yang tidak dapat diabaikan,” ungkapnya.

Loading...

Raja’e berharap, musik Etnik Daul sebagai salah satu kekayaan seni budaya Pamekasan bisa terus dilestarikan masyarakat, Apalagi saat ini musik Etnik Daul sudah menyebar ke seluruh Madura.

“Melalui musik Daul, kita ingin mewujudkan Pamekasan hebat, Rajjah, Bejjrah, tor parjuggeh,” pungkasnya.

Dari pantauan Kabarjawatimur.com, Festival musik Daul tersebut diikuti 25 grup, baik dari Pamekasan, Sampang, dan Sumenep. Mereka tampil dengan kereta kencana berbagai bentuk yang diberhias lampu hias.

Baca Juga  Polisi Sebut Sudah Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan di Surabaya

Musik Daul Puser Bhumih salah satu peserta yang tak pernah absen di festival musik Daul yang diadakan oleh pemerintah kabupaten Pamekasan. Yang mana Phuser Bhumih pada tahun 2018 diacara yang sama, masuk 5 nominasi aresment terbaik.

Tony salah satu Crew musik Daul Puser Bhumih mengatakan, festival musik daul ini ajang pemersatu bangsa, sebab dari filosofi yang ada musik daul merupakan sebuah kebersamaan.

“Semoga kedepan, pemerintah kabupaten Pamekasan lebih memperhatikan keberadaan musik Daul. Dan dalam setahun bukan hanya sekali diadakan event seperti ini,” tuturnya. (*)

Reporter: Khoirul Umam

Loading...

Tinggalkan Balasan