Festival Bengawan 2018, Ruwat Dan Rawat Sungai Bengawan Solo

10

BOJONEGORO (kabarjawatimur.com) – Bengawan solo adalah sungai yang memiliki sejarah dan daya tarik tersendiri, baik bagi masyarakat Bojonegoro dan juga bangsa Indonesia, selain untuk mengairi persawahan, sungai bengawan solo juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat, tentunya setelah melalui proses dan pengolahan.

Sebagai bentuk penghargaan kepada bengawan solo yang telah memberikan manfaatnya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggadakan Festival Bengawan bertempat di lapangan sale Desa Sukoharjo Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro. Minggu (30/12/2018) pagi.

Kegiatan dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro serta jajaran Forpimda Kabupaten Bojonegoro, Camat, Kepala Desa, Kepala OPD dan diikuti 10 Desa, 11 peserta umum, serta 3 kapal VIP.

Baca Juga  Tambah Dua Lagi, Sudah Delapan Napiter di Jatim Bebas Selama 2022

Didik Wahyudi selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kepada sungai bengawan solo, selain itu diharapkan bisa menambah kegiatan yang bisa mendatangkan wisatawan ke Bojonegoro.

Loading...

” Di garis finish ada 43 pelukis yang nanti hasil lukisannya akan dilelang, selain itu ada 23 sastrawan dan ada 25 pelajar yang akan membacakan puisi ” ucap Didik Wahyudi.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menyampaikan bahwa festival bengawan kali ini mengambil tema Ruwat dan Rawat, yang bermakna memiliki rasa syukur kepada sang pencipta atas anugerah yang diberikannya (ruwat) dan harus merawat apa yang sudah diberikan sang pencipta (rawat), dengan harapan bengawan solo bisa terus memberikan manfaatnya kepada semua.

Baca Juga  Bojonegoro Laksanakan Kejuaraan Pra Porprov VII Jatim 2022 Cabor Pencak Silat

” Jangan pernah merusak atau mencemari sungai bengawan solo ini karena nanti yang rugi kita sendiri, selain itu kita juga harus meniru apa yang dilakukan negara-negara diluar negeri, yang dapat memanfaatkan keberadaan sungai kecil maupun besar, contoh saja Thailand yang bisa mengelola sungai sebagai sarana transportasi dan juga sarana jual beli (pasar apung), sehingga bisa menjadi objek wisata baru dan dapat menarik wisatawan, kedepan sungai bengawan solo ini tidak hanya menjadi behaind city tetapi harus menjadi front city ” pungkas Bupati Anna.

Sumber : Humas Pemkab Bojonegoro

Reporter : Dariyuz
Editor : Pradah

Loading...
Artikulli paraprakTim Gabungan, Razia Tempat Hiburan di Banyuwangi
Artikulli tjetërBupati Bojonegoro Hadiri Dan Buka Konfercab Nahdathul Ulama

Tinggalkan Balasan