Empat Sekawan Berkomplot Curi Sepatu

19

SURABAYA (kabarjawatimur.com) Empat pelaku pencuri sepatu yang bernilai ratusan juta rupiah berhasil dibekuk. Mereka kini harus berurusan dengan Unit Reskrim Polsek Tambaksari.

Penangkapan para pelaku bermula dari adanya laloran korbannya . Keempat tersangka yang melakukan aksi pencurian berulang kali sejak awal tahun 2016 tersebut adalah, Catur Pramono Abdi (29) warga Jl. Bulak Banteng Gg.2-B/01 Surabaya.

Catur sendiri di perusahaan sepatu tersebut bekerja sebagai sopir pribadi dan perusahaan. Selain itu ditangkap pula Farid Hardianto (20) warga Jl.Bulak Rukem Timur Gg. 1-M/12 Surabaya, Bagus Purwa Bhineka (22) warga Jl. Kapas Madya Gg. III-C/42 Surabaya, dan Suhendratno (29) warga Jl. Pacar Kembang Gg. 8 Surabaya.

Baca Juga  Kesebelasan Jurnalis Bekuk Diskominfo Jember 5-3

Dalam menjalankan aksinya pelaku ini bekerjasama dengan tersangka lainnya yakni dengan cara memalsukan juga memanipulasi dokumen faktur pengiriman. Catur sendiri kepada petugas mengaku menjual barang tersebut jauh dari harga normal.

“Saya menjual ke penadah seharga 45 ribu, uangnya buat tambahan kebutuhan sehari-hari, karena gaji tidak cukup,” kata Catur saat diamankan di Polsek Tambaksari, Selasa (27/9/2016).

Loading...

Selain keempat tersangka, petugas juga berhasil mengamankan dua orang tersangka bernama Febri Adi Setiawan (19) warga Jl. Gading Gg. 2 Surabaya, dan Novi Febrianti (20) warga Jl.l Lebo Agung Surabaya, keduanya diamankan setelah terbukti, sebagai penadah barang hasil pencurian dan penggelapan tersebut.

Kapolsek Tambaksari, Kompol Sofwan mengungkapkan, keempat tersangka tersebut sudah cukup lama melakukan aksinya yakni sejak awal tahun 2016, kerugian yang dialami korban yang juga merupakan pemilik perusahaan  tersebut bernilai lebih dari seratus juta rupiah.

Baca Juga  Komisi D Ajak 882 Guru PPPK Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Surabaya

“Tersangka utamanya yakni Catur sebagai otak pencurian dan penggelapan tersebut mengajak rekan lainnya, dengan cara menggandakan kunci pintu gudang, dan melakukan pencurian di malam hari,” kata Kompol Sofwan kepada kabarjawatimur.com, Selasa (27/09/2016).

Sofwan melanjutkan, untuk kedua tersangka yang berperan sebagai penadah. Karena Polsek Tambaksari tidak ada ruang tahanan wanita, maka keduanya dititipkan ke tahanan wanita di Polrestabes Surabaya.

Penulis : Ekoyono, Editor : Budi, Publisher : Gunawan

 

Loading...
Artikulli paraprakHendak Curi Motor, Dua Pelaku Keburu Tertangkap
Artikulli tjetërPerguruan Tinggi Harus Jadi Agen Perubahan

Tinggalkan Balasan