Emak-Emak Ratu Penipu di Lumajang, Dibekuk Polisi

4

LUMAJANG, (Kabarjawatimur.com) – Didik Santoso (29), seorang Kepala Desa (Kades) Sentul, warga Dusun Kembang Kecamatan Sumber Sumo menderita kerugian milyaran rupiah akibat bujuk rayu Umi Salmah.

Didik tidak mampu berkata-kata saat mengetahui bahwa Umi Salmah ditangkap karena berbagai macam kasus terutama kasus penipuan.

Menurut penuturan Didik, Umi Salmah menggadaikan aset-aset miliknya yakni 1 sertifikat rumah dimana 1 sertifikat ini untuk 3 buah bangunan rumah.

Tiga bangunan tersebut yakni rumah Didik dan 2 orang familinya. Rumah tersebut digadaikan ke Bank BRI Cabang Lumajang seharga 1 milyaran.

Selanjutnya 3 BPKB bus milik Didik di jaminkan oleh Umi Salmah ke Koperasi Canbara sejumlah 400 Juta, BPKB 1 unit Mobil Avanza dijaminkan ke Bank KIK sejumlah 125 Juta, 1 BPKB bus dijaminkan di bank Danamon seharga 100 Juta dan 1 lagi BPKB bus dijaminkan di Malang.

Baca Juga  Bus Bagong Terguling di Ngantru-Tulungagung, Berikut Daftar Korbannya

Seluruh aset keluarga Didik dijaminkan ke Bank yang terpisah-pisah tanpa sepengetahuan Didik digunakan untuk apa uang pinjaman tersebut oleh Umi salmah.

Dengan iming-iming diberi bunga sebesar 3% Didik pun tergiur oleh mulut manis Umi Salmah.

Loading...

Asetnya dipinjam oleh tersangka untuk dijaminkan di Bank karena jika Umi salmah yang meminjam uang bisa mendapat uang lebih banyak dengan alih untuk membeli usaha Kos-kosan dan saya di janjikan mendapat bunga 3% dari uang pinjaman dari bank.

“Bahkan saya sudah mendapat pemberitahuan dari bank bahwa rumah saya akan disita. Total aset saya yang dikuasai oleh umi Salmah Rp 4,5 milliar. semuanya sudah digadaikan ke Bank” jelas Didik.

Jangankan 3% kini tidak sepeserpun harta Didik kembali karena Umi Salma harus ditahan di Mapolres Lumajang karena berbagai kasus penipuan.

Baca Juga  Bentuk Perhatian Partai Gerindra, Anggota Komisi III Wihadi Wiyanto Salurkan 5 Ribu Swab Kit

“Semakin saya dalami kasus ini, maka muncul lagi satu persatu permasalahan lain terkait jejak penipuan Umi salma kepada para korbannya,” sebut Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban.

Lanjut Kapolres, dengan janji manisnya, Umi salmah selalu berhasil memperdaya korban-korbannya. Kali ini seorang Kepala Desa juga termakan bujuk rayu Umi salmah sehingga menderita kerugian Milyaran rupiah.

Bahkan korban ini terancam harus pindah rumah karena pihak bank akan melakukan pelelangan terkait aset rumah yang ditempatinya karena tidak dapat melunasi hutang kepada Bank, dimana aset tersebut diagunkan ke pihak Bank oleh Umi Salmah. (*)

Reporter: Kajat
Editor: Rizky

Loading...

Tinggalkan Balasan