Emak-Emak Diamankan, Mengaku Miliki Tambang Batu Bara dan Uang Ratusan Miliar

33

LUMAJANG, (Kabarjawatimur.com) – Petugas SPK Polsek Pasirian menerima penyerahan seseorang dari warga Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Emak-emak yang diserahkan tersebut diketahui bernama Dwi Retno (56) dan mengaku berasal dari Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, Madura.

Penyerahan ini sendiri bermula ketika Dwi Retno yang telah menginap selama dua hari di rumah pria bernama Tuhan (39) warga Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang dan mengaku memiliki perusahaan tambang batu bara di Kalimantan.

Selain itu, pelaku juga mengaku memiliki simpanan uang di Bank sebanyak lima belas miliar rupiah.

Selanjutnya, korban pun diajak pergi ke Bank BNI dengan tujuan untuk mencairkan uang milik pelaku. Di tengah perjalanan, pelaku meminta KTP korban dengan alasan untuk membuka tabungan milik pelaku.

Tak sampai disitu, pelaku pun juga meminta uang tunai sebesar Rp. 1.900.000 dengan alasan mempermudah dalam pencairan uang miliknya.

Korban yang mulai curiga dengan permintaan tersebut, akhirnya meminta tolong Fauzan (27) yang merupakan Kepala Dusun Krajan III untuk selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek Pasirian.

Baca Juga  Dishub Jember Salurkan Subsidi BBM Ojol-Opang Tahap 3-4, Pengemudi Ojol: Sangat Membantu Sekali

Setelah diintrogasi secara mendalam oleh petugas, akhirnya pelaku mengakui bahwa Emak-emak ini telah berbohong atas kepemilikan perusahaan tambang serta simpanan uang hingga ratusan miliar tersebut.

Ia pun mengakui bahwa kepemilikan perusahaan tambang serta milyaran uang hanyalah cara agar korban masuk dalam perangkapnya.

Loading...

Pelaku pun juga mengaku bahwa praktik penipuan seperti ini bukan lah pertama yang ia lakukan, namun juga pernah ia praktikan di sejumlah wilayah di Kecamatan Kademangan Kabupaten Probolinggo.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban yang dikonfirmasi melalui sambungan telfon mengatakan, pihaknya akan mendalami kasus ini secara mendetail.

“Sejauh ini Dwi Retno adalah tersangka tunggal. Namun demikian, saya akan mendalami kasus ini secara mendetail sebab ada kemungkinan mereka ini memiliki jaringan yang cukup luas di luar sana,” ungkapnya

Baca Juga  Layanan Kesehatan Baru Inovasi Pemkab Jember Siap Layani Masyarakat

“Ini termasuk kasus yang unik, mengingat pelaku berani mengaku memiliki perusahaan tambang di Kalimantan dan bahkan memiliki simpanan uang hingga ratusan miliar Rupiah,” imbuh Kapolres.

Kemudian, lanjut Kapolres, informasi sementara belum ada kerugian terhadap korbannya, tapi tetap dapat di pidana. Seseorang yang mencoba melakukan kejahatan, jika niat untuk itu telah ternyata dan adanya permulaan pelaksanaan, dan tidak selesainya pelaksanaan itu, bukan semata-mata disebabkan karena kehendaknya sendiri maka bisa dikenakan pidana sesuai pasal 53 KUHP.

Selain itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra menuturkan, Tim Cobra akan mendalami serta berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Kami akan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Probolinggo Kota mengingat dalam pernyataan nya, tersangka juga mengaku pernah melakukan kejahatan serupa di wilayah tersebut,” tandas pria yang juga menjabat sebagai Katim Cobra.

Reporter: Kajat
Editor: Rochman

Teks foto: Emak-emak yang lakukan penipuan.

Loading...
Artikulli paraprakDalam Kamar Kos Simpan Puluhan Poket, Warga Gubeng Masjid Diamankan
Artikulli tjetërPisah Kenal Komisioner KPU Kabupaten Pacitan

Tinggalkan Balasan