Efisiensi Biaya Pertanian, Petrokimia Gresik Hadirkan Drone Penebar Pupuk Granul

38
Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo bersama Founder and Chairman MarkPlus Inc, Hermawan Kartajaya, Dekan Fakultas Pertanian UGM, Jaka Widada dan Dimas Eko Prasetyo S.T (SEVP Operation PT Perkebunan Nusantara X) saat ujicoba drone penebar pupuk ganul

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Sebagai upaya dalam mendukung efisiensi biaya pertanian, PT Petrokimia Gresik selaku perusahaan Solusi Agroindustri (anggota holding Pupuk Indonesia) menghadirkan teknologi drone yang mampu penebar pupuk jenis granul.

Drone yang diadopsi dari NAC Thailand melalui bekerjasama dengan MarkPlus ini lalu disimulasikan di lahan Buncop Petrokimia Gresik, sebelum dimulainya acara Petro AgriTalk Digital Farming, Ancaman atau Peluang untuk Sektor Pertanian, pada Kamis (14/7/2022).

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, digital farming berupa teknologi drone yang diperkenalkan ini tidak hanya mampu menebarkan material pupuk cair melainkan juga pupuk padat. Hal ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus pendapatan petani.

“Teknologi baru ini akan kita adopsi, karena kalau kita tidak melakukan apa-apa sekarang, maka krisis pangan akan melanda di negara Indonesia. Kita harus terus melakukan perbaikan dan inovasi yang berkelanjutan,” ungkap Dwi Satriyo.

Menurut Dwi, selain dapat meningkatkan efektivitas dan produktivitas pertanian, pengenalan digital farming juga menjadi sarana untuk semakin meningkatkan ketertarikan generasi muda terjun di sektor pertanian. Mengingat generasi muda identik dengan teknologi dan segala sesuatu yang praktis.

“Sejak pandemi Covid-19, terdapat kenaikan angkatan kerja muda untuk sektor pertanian dari 18 persen menjadi 20 persen lebih. Ini adalah angin segar bagi sektor pertanian Indonesia yang harus terus kita dorong dengan kemajuan teknologi,” pungkasnya.

Baca Juga  Bu Nyai dan Kiai Kampung Antusias Memberi Dukungan ke Ganjar

Dwi membeberkan, penggunaan drone untuk pemupukan ini mampu menghemat biaya produksi pertanian. Yang mana salah satu biaya paling mahal dalam pertanian adalah sewa lahan dan tenaga kerja. Dengan penggunaan drone ini mampu menebar pupuk di area 40 hingga 60 hektar perhari secara merata.

“Teknologi ini sekaligus bisa melengkapi skema Program Makmur yang selama ini dijalankan Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia. Program ini akan membantu petani dalam hal pendanaan, asuransi, budidaya, bibit dan offtaker,” terangnya.

Loading...

Tak hanya itu, lanjut Dwi, keberadaan teknologi dalam Program Makmur ini dapat meningkatkan pengetahuan teknis petani, seperti dosis pupuk yang tepat melalui rekomendasi Mobil Uji Tanah, pemilihan bibit unggul, atau agro input lain dengan cara yang lebih efisien. Begitu juga dengan sistem informasi mengenai cuaca atau kondisi pasar akan membantu ketepatan petani dalam pengambilan keputusan.

“Teknologi drone ini akan menyempurnakan peranan Mobil Uji Tanah Petrokimia Gresik,” pungkasnya.

Ditambahkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang diinisiasi Pupuk Indonesia dengan MarkPlus, Inc. Melalui kerja sama ini, produk-produk pengembangan Petrokimia Gresik ke depan akan disinergikan dengan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pemupukan dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian.

Baca Juga  Belasan Poket Didapat Polisi dari Rumah Semolowaru

Di tempat yang sama, Hermawan Kartajaya selaku Founder and Chairman MarkPlus Inc mengatakan, dengan adanya teknologi pertanian di Thailand yang terbilang lebih maju, maka tidak ada salahnya Indonesia mengadopsi dan melakukan alih teknologi demi kemajuan pertanian di tanah air.

“Manusia dan teknologi akan berjalan berdampingan. Kegiatan teknis pemupukan bisa dilakukan drone. Sedangkan, petani bisa melakukan hal-hal yang lebih produktif. Sehingga produktivitas pertanian dapat terus digenjot,” kata Hermawan.

Dia pun mengapresiasi langkah Pupuk Indonesa (Persero) yang menugaskan anak usahanya, dalam hal ini Petrokimia Gresik, untuk menjadi percontohan perdana penggunaan drone untuk pupuk jenis granul.

“Di bidang pupuk tanah air, Pupuk Indonesia Group ini adalah yang terbesar, jadi kita memang mengutamakan Pupuk Indonesia Group untuk kolaborasi ini,” papar Hermawan.

Tampak hadir pula, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D (Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada) dan Dimas Eko Prasetyo S.T (SEVP Operation PT Perkebunan Nusantara X). Adapula 128 peserta yang berasal dari mahasiswa fakultas pertanian, petani muda, dinas pertanian, perusahaan BUMN, dan stakeholder pertanian lainnya ini juga menghadirkan perwakilan dari NAC Drone Thailand.

Reporter : Azharil Farich

Loading...
Artikulli paraprakSatpol PP Surabaya Ditetapkan Tersangka, Kasus Penjualan Barang Sitaan
Artikulli tjetërLima Tersangka Terjerat Kasus Korupsi Dana PKH

Tinggalkan Balasan