Edukasi Pengendalian PMK, Bupati Bojonegoro Hadir Secara Virtual

71

Bojonegoro, (kabarjawatimur.com) – Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah hadir secara Virtual dalam acara Pembinaan Pelayanan Teknologi Produksi Sapi dan Edukasi Pengendalian Penyakit Mulut Kuku (PMK) yang di selenggarakan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, di Pendopo Kecamatan Margomulyo. Rabu, (25/05/2022).

Sebanyak 80 Peserta yang terdiri dari Kades Kecamatan Margomulyo, Petugas IB wilayah barat, dan peternak wilayah Ngraho, Tambakrejo, dan Margomulyo dengan Narasumber dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro Catur Rahayu mengatakan Maksud Dan Tujuan Penyelenggaraan Acara Pembinaan Pelayanan Teknologi Reproduksi Sapi Dan Edukasi Pengendalian Wabah Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) untuk mendukung peningkatan produksi sapi serta sebagai penyegaran bagi petugas IB di Bojonegoro sekaligus meningkatkan Ilmu pengetahuan teknologi reproduksi ternak, dan memberikan informasi yang lebih luas tentang pengendalian PMK melalui 3 langkah antisipasi yaitu Deteksi, Seleksi, Dan Isolasi, sehingga masyarakat paham harus bertindak dan petugas siap membantu serta mendampingi dalam pengendalian PMK.

Loading...
Baca Juga  Kuliner Khas di Patenkan, Lamongan Gelar Festival Soto

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menyampaikan bahwa penyakit hewan kebanyakan akan berdampak kepada pola konsumsi masyarakat, sehingga peternak merasakan sakit apabila hewan peliharaan nya sakit karena khawatir, oleh sebab itu menentukan langkah-langkah Preventif yang tidak dapat menyebar penyakit PMK tersebut, sehingga peternak tidak merasakan kekhawatiran akan terkena penyakit PMK, serta langkah Kuratif yakni pengobatan untuk segera di tanggulangi sehingga peternak tidak merasakan akan ada ancaman dan kekhawatiran.

“Harapan kami penyakit PMK tidak menyebar di Bojonegoro, sehingga peternak sapi tetap masih Antusias dan Semangat budidaya ternak sapi, mengingat bahwa Bojonegoro populasi sapi terbesar nomor sepuluh se Jawa Timur.” Ungkap Bupati.

Mengakhiri sambutannya Bupati meminta kepada Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro sangat aktif berkoordinasi ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, serta melibatkan dokter hewan, sehingga yang sudah terjangkit Penyakit PMK tidak di jual dan segera tertangani. (*)

Baca Juga  Masyarakat Sidoarjo Harapkan Sandiaga Di 2024, Retas Kemiskinan Lewat Pelatihan

Reporter: Aziz.

Loading...
Artikulli paraprakBadan Kepegawaian Bojonegoro Adakan Sosialisasi Pengelolaan Kinerja ASN
Artikulli tjetërTemuan Mayat Perempuan di Jabon, Sidoarjo Diduga Korban Pembunuhan

Tinggalkan Balasan