Edan!, Pedagang di Jember Pakai Karbit untuk Minuman Dawet

2

JEMBER,(kabarjawatimur.com) – Ulah jahat seorang pembuat dan penjual dawet juga nata de coco, Holilullah (38) warga Dusun Krajan, Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, Jember jangan ditiru. Betapa tidak pedagang nakal itu harus berurusan dengan Tim Kalong Satreskrim Polres Jember.

Pelaku ditangkap di rumahnya, Jumat (11/11/2022) pekan lalu.

Pelaku diamankan polisi, karena membuat dan menjual jajanan dawet juga nata de coco yang dicampur dengan bahan berbahaya Kalsium Karbida (Karbid).

Bahan berbahaya yang biasa digunakan untuk mengelas itu dipakai pelaku untuk membuat jajanan dawet dan nata de coco. Dengan alasan agar jajanan yang dibuat lebih awet dan tahan lama. Sehingga jika tidak laku, masih bisa dijual untuk keesokan harinya.

Menurut Kasat Reskrim AKP Dika Hadiyan Wiratama, pelaku membuat dawet dan nata de coco yang dicampur dengan karbid itu. Agar lebih awet dan dapat tahan lama sebelum laku di jual.

“Estimasinya makanan dawet dan nata de coco itu, dari pengakuan pelaku bisa awet kurang lebih 5 hari. Jadi kalau tidak laku, masih bisa dijual besoknya lagi,” kata Dika saat press rilis di Mapolres Jember, Rabu (16/11/2022).

Baca Juga  Terlibat Narkoba, Buruh Pabrik Asal Girilaya Terancam 20 Tahun Penjara

Untuk proses pembuatan dawet dan nata de coco yang dilakukan pelaku, kata Dika, dari pengakuannya sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu.

“Bahan yang dipakai (untuk buat makanan) adalah bahan berbahaya yakni Kalsium Karbida,” katanya.

Terkait pendistribusian dan penjualan dawet juga nata de coco yang dilakukan pelaku. Lanjut mantan Kasat Reskrim Polres Pacitan itu, tidak hanya dilakukan satu wilayah.

“Pemasaran pelaku dilakukan di wilayah Pasar Tanggul, Bangsalsari, Rambipuji, Balung, Pasar Tanjung, Jatiroto, dan Lumajang,” sebutnya.

Loading...

“Pelaku meraup keuntungan Rp 300 ribu, dengan estimasi per bungkus keuntungan Rp 5 ribu untuk nata de coco, dan Rp 1.500 untuk dawet,” sambungnya.

Dari rumah atau tempat produksi pelaku, lanjut Dika, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, satu bungkus dawet, satu bungkus tepung tapioka, 5 bungkus kalsium karbida, satu jerigen kapasitas 20 liter air kelapa, satu jerigen ukuran 35 liter cuka, dan 2 bungkus benzoat.

“Kemudian 5 bungkus citric acid, satu bungkus gula pasir, 10 bungkus nata de koko, satu buah timbangan dan 2 buah buku penjualan barang,” ujarnya.

Baca Juga  Mensos Risma Didampingi Bupati Gresik Bantu Nazril Balita Penderita Multiple Congenital Malformation

Lebih lanjut Dika juga menyampaikan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Puslabfor Polri dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember untuk melakukan pemeriksaan lanjutan dampak mencampur bahan makanan dengan bahan berbahaya karbid tersebut.

“Kemudian juga kami akan koordinasi dengan BPOM terkait kelayakan makanan dari dawet dan nata de coco yang dicampur dengan karbid itu,” katanya.

Terkait tindakan pelaku, terancam dengan Pasal 62 Ayat (1) Jo Pasal 8 Ayat (3) UURI No.8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Jo Pasal 41 Ayat (1), Ayat (2) Huruf A Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 Tentang Keamanan Pangan.

“Ancaman pidananya hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda paling banyak Rp 2 Miliar,” pungkasnya.

Terpisah pelaku Holilullah mengaku membuat jajanan dawet dan nata de coco itu dicampur dengan karbid agar awet.

“Selain itu, membuat makanan ini sudah biasa untuk membuat dawet dan nata de coco. Jadi saya ikut juga dengan pakai itu,” katanya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakParade Keroncong in Hospital Sentuh Generasi Millenial

Tinggalkan Balasan