Dulu Meninggal Dinyatakan Covid, Giliran Tanya Dana Bantuan Katanya PDP, Kok Bisa ?

49765
Slamet menunjukan surat keterangan istri meninggal karena penyakit menular

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Setelah kehilangan istri yang disayanginya karena dinyatakan Positif Covid-19, kini Slamet harus hidup sendiri bersama anak, cucu dan menantunya.

Ketika ditinggal untuk selamanya oleh istrinya Siarah (53), warga Jalan Kalianyar Kulon Gg. 7 No. 2 Surabaya ini merasa terpukul. Lebih-lebih istrinya saat itu yang sakit komplikasi juga dinyatakan positif Covid-19.

Alhasil, setelah dinyatakan posutif, istri Slamet pun langsung dimakamkan dengan protokol ketat Covid-19 dan dimakamkan di Makam Keputih Surabaya.

Bahkan, dirumah duka tidak boleh mengadakan tahlilan dan pihak terkait baik Polisi maupun Kelurahan selalu mmnghimbau agar tidak ada pengajian.

Almarhum Siarah sendiri meninggal pada, Jumat (1/5/2020) di Rs. Soewandi Surabaya dengan indikasi meninggal karena penyakit menular.

Baca Juga  Viral, Video Pembuangan Tebu, Diduga Terjadi di Wilayah PTPN XII Kalitelepak

Kehilangan orang yang dicintai dengan kabar positof Covid-19, Slamet mencoba ikhlas. Saat ini pemerintah akan memberikan bantuan dana untuk Korban meninggal karena covid-19.

Awalnya, Slamet ini gembira setelah ada kabar jika akan ada dana 15 juta rupiah untuk korban meninggal. Lantas ia pun mengurus semua persyaratan dari RT, Lurah hingga Kecamatan.

Loading...

Namun ketika akan tinggal selangkah lagi, pak Slamet ini terkendala dari rekom Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya. Dinkes tidak memberikan rekom terhadap almarhum karena saat itu pasien dalam pengawasan (PDP).

Pada saat di Dinkes, Petugas mengatakan persyaratan harus ada hasil Tes Swab dan tidak berlaku untuk pasien yang tidak mempunyai hasil tes sehingga tidak diberikan surat Rekom.

Baca Juga  Aksi ke Empat Korban Cewek, Jambret ini Dibekuk

“Karena PDP itu Dinkes tidak mau merekomendasi. Dan juga meminta bukti Swab, saat itu kan tidak Swab dan dinyatakan positif,” kata Slamet, Senin (19/10/2020).

Lanjut Slamet, saat ini usahanya untuk mendapatkan bantuan dana terancam sirna karena terkendala rekom Dinas Kesehatan. Padahal dana bantuan itu sangat akan berarti bagi dirinya lebih-lebih dalam masa pandemi ini.

“Saya ini juga ketua RT, masak tidak ada konfensasi untuk pengurusan rekom saya, kan istri saya saat itu dinyatakan Covid-19,” tambah Slamet.

Sementara, ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Drg Febria terkait kasus yang dialami Slamet ini, Kadinkes belum menjawab. (*)

Reporter : Eko

Loading...
Artikulli paraprakDiduga Dendam Lama, Ivan Ditusuk Sangkur Hingga Tewas
Artikulli tjetërPemkab Bangkalan Kembali Raih Penghargaan Opini WTP

Tinggalkan Balasan