Duh! Material Pasir di Sungai Jambewangi ‘Disedot’ Diduga Ilegal

Aktivitas penyedotan material pasir di sungai wilayah Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. (FOTO:Kabarjawatimur.com)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Material pasir di aliran sungai wilayah Dusun Sumberejo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi disedot menggunakan mesin diduga ilegal.

Pantauan wartawan, terdapat beberapa aktivitas dilokasi sungai, mulai dari penyedotan pasir yang dipindahkan ke daratan. Kabar beredar, penyedotan pasir tersebut sudah disetujui oleh Kepala Desa (Kades) Jambewangi, Maskur.

“Untuk material pasir sementara kita distribusikan ke desa untuk proyek paving, dan mesin sedot ini pun yang belikan pak kades,” kata salah satu warga saat dilokasi pada Selasa (8/7/2021).

Dikonfirmasi terpisiah, Kades Jambewangi pun berdalih jika aktivitas tersebut merupakan inisiatif dari warga sendiri yang akan digunakan untuk pembuatan embung di sekitar sungai.

“Itu inisiatif warga untuk pembangunan embung, dan hasilnya pun dikembalikan ke warga, karena memang tidak ada modal sehingga mesin saya belikan menggunakan anggaran pribadi saya, ini pun baru berjalan beberapa hari,” ucap Maskur.

Loading...

Bahkan, saat disinggung terkait perizinannya, Maskur pun mengakui jika aktivitas penyedotan itu belum memiliki izin ataupun rekomendasi dari Dinas Pengairan Banyuwangi.

“Kami besok baru saya ajukan permohonan izin, dan saya sudah meminta petunjuk pada Korsda terkait hal itu,” ucapnya.

Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Wilayah Genteng, H. Mufat mengatakan bahwa, Kades Jambewangi cuma hanya kordinasi saja. Bahkan, selama ini Dinas juga tidak memberikan izin apapun terkait aktivitas tersebut.

“Kemarin kesini dan mengatakan akan melakukan kegiatan normalisasi sungai, ya kita beri saran saja untuk mengajukan ijin ke dinas pengairan kabupaten,” ucapnya.

Melalui Korsda Genteng, pihaknya akan memerintahkan untuk menghentikan aktivitas normalisasi sungai tersebut.

“Sebelum ada izin ataupun rekom dari Dinas, kami perintahkan untuk berhenti terlebih dahulu,” pungkas H. Mufat. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaBupati Gresik Launching Angkutan Perintis dan Penyeberangan di Pulau Bawean
Berita berikutnyaUlama Bangkalan Jadi Contoh Teladan Cegah Covid-19

Tinggalkan Balasan