Jumadi Made berorasi diatas truk saat aksi dukungan kepada Kyai Muqiet.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Aksi dukungan ribuan massa kepada Wabup Kyai Abdul Muqit Arief Selasa lalu (22/12/2020) atas perlakuan dugaan intimidatif saat pertemuan di Kejaksaan Negeri oleh Kasi Datun dan Bupati Faida serta bawahannya, berujung pemanggilan polisi.

Korlap aksi Jumadi Made, mengaku telah menerima panggilan dari Kepolisian Resort Jember untuk dimintai keterangan.

Kepada sejumlah awak media yang menemuinya di rumahnya Dusun Gumuk Segawe, Desa Panca Karya, Kecamatan Ajung, aktifis yang kerap melakukan aksi kritis pada Bupati Faida itu, menunjukkan surat panggilan polisi bernomor B/125/7/XII/RES.2.5/2020/Reskrim tertanggal 24 Desember 2020.

Dalam surat itu, Jumadi diminta menghadap kepada hari Sabtu, 25 Desember 2020 jam 09.00 besok pagi di ruang Unit Idik IV Satreskrim Polres Jember untuk menghadap kepada Bripka Arlis Nour Vivid SH,MH./ Bripka Hairul Anang SH.

Baca Juga  Satu Pekerja Tewas dan Satu Lainnya Luka Tertimpa Bangunan Tua

Permintaan keterangan pihak berwajib, terkait dengan Laporan Polisi Nomor LP-A / 286 XII / RES 124 2020 RESKRIM / SPKTPOLRESJEMBER, tanggal 22 Desember 2020 tentang dugaan tindak pidana, pelanggaran undang-undang karantina Kesehatan dimana saat ini masa pandemi Covid-19.

Loading...

Atas panggilan polres tersebut, Jumadi mengaku akan selalu menghormati proses hukum dan akan bersikap dan kooperatif terhadap apapun kebijakan petugas kepolisian.

“InsyaAllah saya akan menghadiri panggilan tersebut” ujarnya.

Tentang banyaknya massa yang berpartisipasi dalam aksi selasa lalu, Jumadi menjelaskan karena didasari kecintaan mereka kepada figur Kyai Muqiet.

“Itu bukan semata karena ajakan saya, tetapi lebih karena faktor kecintaan mereka kepada Kyai Muqiet,” jelasnya.

Baca Juga  Komisi B Minta Pansel Rekrutmen Direksi PDAM Bekerja Profesional

Seperti diberitakan sebelumnya, Selasa, 22 Desember 2020 sejak jam 09.52 pagi ribuan orang memadati alun-alun Kabupaten Jember. Massa adalah para santri dan simpatisan Wakil Bupati Jember KH Abdul Muqit Arief yang unjukrasa untuk memprotes dugaan perlakuan intimidatif.

Bupati Faida dan sejumlah orang dekatnya diyakini oleh massa telah berkomplot dengan kejaksaan memberi tekanan psikologis dan bahkan ancaman pidana ke Wabup Muqit pada pertemuan Senin, (14/12/2020) lalu.

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaViral! Warga Banyuwangi, ‘Imron Gondrong’ Mirip Presiden Jokowi
Berita berikutnyaDari Batu Hingga Bengkulu Berdatangan Studi Tiru ke Pusat Diklat Desa Miliarder Sekapuk

Tinggalkan Balasan