Beranda headline Duh! Dana BLT di Desa Benelan Lor-Banyuwangi Diduga Dibagi ke 'Tim Sukses'...

Duh! Dana BLT di Desa Benelan Lor-Banyuwangi Diduga Dibagi ke ‘Tim Sukses’ Kepala Desa




BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Kabar miring dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) terjadi di Pemerintah Desa (Pemdes) Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

Dana bantuan tersebut diduga jadi ajang bagi-bagi untuk mantan tim sukses Kepala Desa (Kades). Bahkan, justru terdapat masyarakat terdampak Covid-19 yang malah tidak tersentuh bantuan sama sekali.

Berdasarkan informasi dilapangan ditemukan sejumlah nama yang diragukan masuk kategori miskin atau miskin baru. Ada yang masih memiliki gaji bulanan, ada pula yang diketahui memiliki sebidang sawah. Tapi masuk dalam daftar penerima bantuan sebesar Rp 600 ribu perbulan selama tiga bulan tersebut.

Sedang sejumlah warga yang ekonominya terpuruk, justru terabaikan. Sejumlah nama yang masuk dalam penerima BLT-DD di Desa Benelan Lor, diantaranya, Dimas Doso, seorang Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Pengairan Banyuwangi, Padilah, mantan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), yang memiliki sebidang sawah dan punya tracktor.

Puji Hamdani, memiliki sawah dengan luas sekitar 1 bahu dan terdaftar sebagai Calon Jamaah Haji, juga menjadi penerima bantuan BLT-DD. Ada pula Sri Mulyani, seorang guru SD dengan kepemilikan sawah sekitar setengah bahu. Ahmad Danial, seorang Kepala Sekolah Madrasah Aliyah swasta juga tercatat sebagai penerima.

Termasuk Mustajib, warga Dusun Popongan, Desa Benelan Lor, yang punya sawah sekitar setengah bahu juga menikmati bantuan Rp 600 ribu tersebut. Dan sejumlah nama-nama lain yang dinilai masyarakat tergolong lebih mampu.

Namun, Miftah, seorang perajin perak, yang usahanya macet, lantaran rekanan di Bali tutup, imbas bencana nasional Covid-19. Malah tidak tersentuh. Begitu pula Jawawi, seorang buruh tani warga Dusun Gumuksari. Termasuk Kholil, warga miskin yang menggantungkan hidup dari hasil beternak bebek.

Nasib yang sama juga dialami Nenek Arah, janda tua warga Dusun Krajan. Wanita renta tanpa penghasilan tersebut tidak mendapat bantuan apa pun.

Khusnan alias Joko Thole, warga RT 1 RW 2, Dusun Krajan, penderita sakit asma menahun juga mengaku tidak mendapat bantuan. Padahal, karena sakit yang diderita, jejaka lanjut ini kemana pun harus membawa alat bantu pernafasan.

Sedang jejaka lain, Sam’an, asal RT 3 RW 2, Dusun Krajan, lebih beruntung. Dia masuk dalam daftar penerima BLT-DD.

Info di masyarakat, para penerima bantuan BLT-DD di Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, disinyalir didominasi mantan tim pemenangan dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2019 lalu.

Kepala Desa (Kades) Benelan Lor, Khairul Anam menyampaikan, penerima BLT-DD diwilayahnya berjumlah 152 Kepala Keluarga (KK).

Menurutnya, semua tercetus dari hasil Musyawarah Desa (Musdes) yang diikuti para mantan tim suksesnya dimasa Pilkades serta jajaran Ketua RT dan RW.

“Kalau omong kaya miskin itu kan relatif, itu kan hasil Musdes. Kita Musdes itu bukan hanya tim kita sendiri, tapi ada RT RW, dan itu orang perorang kita bahas di Musdes,” katanya.

Namun terkait penerima BLT-DD didesanya yang didominasi orang kaya atau berekonomi kecukupan serta mantan tim pemenangannya, dia mengaku tidak tahu-menahu. Meskipun sebelumnya Kades Khairul Anam dengan gamblang menyampaikan bahwa orang per orang penerima BLT-DD dikupas didalam Musdes.

“Silahkan cek dilapangan. Yang memang layak mendapat bantuan ada yang tidak dapat apa tidak, gitu aja. Kalau ada yang layak tapi tidak dapat, desa yang tanggung jawab,” jelas Kades Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, terkait BLT-DD. (*)

Reporter: Rochman




Loading...


Tinggalkan Balasan

TRENDING

Pencairan BLT Desa Bono Tulungagung Diduga Bermasalah, Polisi Segera Periksa

TULUNGAGUNG, (Kabarjawatimur.com) - Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa Bono, Kecamatan Pakel, Tulungagung sebesar Rp. 600 ribu telah dicairkan. Ironisnya, sejumlah warga mengaku hanya menikmati...

Polisi Jember Juga Amankan Mobil Gerry

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Anggota Sat Reskrim Polres Jember hanya butuh waktu 3 hari untuk mengungkap pelaku pembunuhan Yohanes Satryo Leonardo Gerry atau Gerry. Polisi berhasil...

Habib Umar Assegaf Vs Pol PP, Polisi : Kita Akan Cari Konten Provokasi

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) - Video viral yang mempertontonkan petugas Satpol PP baku jotos dengan pria berpakaian serba putih layaknya seorang Habib, di media sosial memasuki babak...

Merebak Covid-19, Paranormal Banyuwangi Ki Amuk Rogo Gelar Ritual Tolak Bala

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) - Di Banyuwangi, upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) juga dilakukan kalangan dukun. Salah satunya oleh Ki Amuk Rogo. Bersama masyarakat, dia menggelar...
Loading...