Dugaan Pencabulan Santri di Ngarum, Begini Tanggapan Kemenag Tuban

4
Kepala Kemenag Kabupaten Tuban

TUBAN (Kabarjawatimur.com) – Peristiwa dugaan pencabulan seorang santriwati yang terjadi dalam lembaga pendidikan berbasis agama di Desa Ngarum, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban kembali mencuat.

Banyak kalangan yang mempertanyakan sejauh mana proses penanganan kasus tersebut, karena dari beberapa sumber informasi dikatakan pihak keluarga korban sudah melaporkan secara resmi kepada pihak yang berwajib beberapa bulan lalu.

Selain itu, banyak tercipta paradigma negatif di masyarakat tentang lembaga pendidikan berbasis keagamaan, pasalnya peristiwa tersebut terjadi dan dilakukan oleh oknum dari dalam lingkaran itu sendiri.

Tak urung kejadian tersebut menyisakan rasa trauma mendalam bagi Bunga (nama samaran), santriwati berusia 15 tahun yang berniat menimba ilmu, namun justru menjadi korban kejahatan seksual dari anak sang kyai.

Baca Juga  Palsukan Dokumen dan Mark Up Anggaran Proyek 60 M, Kejari Tanjung Perak Tahan Dua Tersangka Korupsi

Berkaitan dengan hal diatas, Munir, Kepala Kantor Kantor Kementrian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Tuban justru menyatakan baru mengetahui setelah ramai, padahal peristiwa tersebut terjadi tahun 2021 dan sempat viral menghebohkan warga.

Loading...

“Kalau memang peristiwa itu benar, secara keagamaan saya sangat menyesalkan dan menyayangkan, ada anak ngaji kok terus digitukan. Karena kasus ini sudah ditangani pihak Kepolisian ya monggo, menurut saya silahkan saja ditangani,” ujarnya, saat dikonfirmasi pewarta Selasa (14/06/2022) lalu.

Selain itu, Munir menyampaikan bahwa pihaknya juga telah melakukan kroscek data-data terkait perizinan lembaga tersebut, sehingga dapat menentukan sikap untuk memberi suatu pembinaan jika sudah terdaftar.

“Saya langsung perintah Kasi Pontren (Kepala Seksi Pondok Pesantren) untuk mengecek dan ternyata pondok itu belum mendapatkan izin dari Kementrian Agama.” pungkasnya.

Baca Juga  Mahasiswa Minta Kejari Tanjung Perak Sosialisasikan Rumah RJ ke Sekolah dan Universitas

Sementara itu, dari penelusuran pewarta ini diperoleh data bahwa salah satu Yayasan tersebut sudah mengantongi izin operasional untuk Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), sehingga dapat diasumsikan bahwa lembaga tersebut secara otomatis bernaung dibawah Kemenag Kabupaten Tuban. (*)

Reporter : Pradah Tri W

 

Loading...
Artikulli paraprakLomba Menembak Antar Wartawan, HUT Bhayangkara ke-76 di Polrestabes Surabaya

Tinggalkan Balasan