Dugaan Ijazah Palsu Di MA Al-Abror Bojonegoro Berakhir Damai

220
Staf Kemenag Bojonegoro saat mendatangi MA Al-Abror

BOJONEGORO (Kabarjawatimur.com) – Perseteruan antara ketua Yayasan Al-Abror Sukosewu, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro dengan seorang guru pengajar berakhir damai.

Diketahui, Muh. Zimam salah satu guru di MA Al-Abror Sukosewu dilaporkan oleh ketua yayasan kepada pihak kepolisian, atas dugaan pemalsuan ijazah untuk melamar sebagai tenaga pengajar.

Kepala Sekolah MA Al-Abror Sukosewu, Muhibbin Aziz Rohmatulloh, SE, saat dikonfirmasi menyampaikan, bahwa peristiwa tersebut murni kesalahpahaman diantara kedua belah pihak dan semua sudah berakhir damai.

“Itu hanya salah paham mas, semua sudah diluruskan dan Alhamdulillah sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” ucapnya, Selasa (22/02/2022).

Loading...

Muhib menjelaskan, bahwa pelapor adalah ketua yayasan Pondok Pesantren Al-Abror Sukosewu, sedangkan terlapor adalah pengajar di MA Al-Abror Sukosewu milik yayasan yang berbeda.

Baca Juga  Giliran Pegupon Dinoyo Surabaya Dirobohkan

“Dulu memang milik Yayasan Al-Abror, tapi saat ini MA Al-Abror Sukosewu saat ini sudah menjadi milik Yayasan Fatkhur Rohman,” jelas Muhib.

Selanjutnya, Ia menyampaikan bahwa kejadian tersebut telah diketahui oleh pihak Kemenag Bojonegoro, dan dibenarkan jika terlapor bukanlah guru sertfikasi dan sudah dinonaktifkan dari Simpatika.

“Zimam itu hanya guru honorer biasa yang tidak memiliki jam mengajar tetap, dan saat melamar di yayasan yang baru, dia menggunakan ijazah Madrasah Aliyah Negeri,” pungkasnya. (*)

Reporter : Pradah Tri W

Loading...
Artikulli paraprakMafia Tanah Tambak Dalam Dibekuk Polres Tanjung Perak, 1 Orang Diamankan
Artikulli tjetërMengenal 3 Seri Smartphone Vivo yang Ada di Indonesia

Tinggalkan Balasan