Dua Wartawan Online Dilecehkan Satpam

106

PAMEKASAN (kabarjawatimur.com) – Wartawan dalam melakukan tugasnya sesuai dengan pasal 4 UU No 40 tahun 1999 tentang Pers yang bunyinya adalah pihak manapun yang menghambat, menghalangi mengancam tugas maka akan di kenakan sangsi denda Rp500.000.000.00 atau kurungan 2 tahun penjera.kamis 29/12/2016

Berdasarkan pantuan kabarjawatimur.com, seorang Satpam Bulog Dirve Madura yang kantornya berada di jalan raya Panglegur tiba-tiba marah-marah dan melecehkan dan mengusir wartawan media online limadetik.com dan sketsindo.com yang berencana melakukan tugas peliputan atau konfirmasi berita.

Dua wartawan online tersebut atas nama Fathol Arifin limadetik.com dan Akhmad Syafii, wartawan sketsindo.com yang datang ke Kantor Bulog bermaksud untuk konfirmasi berita kepada pegawai yang ada disana.

Fathol Arifin mengatakan saat itu dirinya masuk ke dalam kantor, pada waktu itu suasana ramai karena akan mengadakan kegiatan maulid Nabi. Dan terdapat banyak undangan yang masih ada diluar.

“Sebelumnya kami sempat berbincang-bincang dengan pegawai didalam, karena yang bersangkutan masih ada acaara Maulid,” kata Fathol Arifin, Kamis (29/12/2016).

Baca Juga  VLH Kabupaten Layak Anak, Bupati Bojonegoro Harapkan Target Tercapai

Selanjutnya kedua wartawan tersebut pamit kepada karyawannya untuk menunggu di luar saja. Lalu dia mempersilahkan mau menunggu atau bisa kembali lagi.

Keduanya langsung duduk di depan pintu masuk utama. Karena acara akan segera dimulai, seorang satpam itu meminta semuanya undangan masuk ke ruangan.

Loading...

“Satpam itu menghampiri kami, dia tanya mau apa mas ? Saya jawab dengan nada pelan, menunggu Pak EN,” imbunya Fathol Arifin pada waktu di konfirmasi lewat via WA

Namun saat itu si satpam langsung minta mereka keluar dari area kantor Bulog dengan alasan keamanan.

“Sayapun bilang, tidak pak saya nunggu disini aja sampai acara selesai,” terangnya.

Akibatnya oleh satpam yang diketahui bernama  Khairul Amin itu marah dan sampai-sampai dia melontarkan hal yang tidak sewajarnya.

“Satpam mengatakan” Keluar, mau saya kunci, takut nanti mencuri, kalau tidak mau jangan sampai saya bertindak,” terang Fathol Arifin menirukan kata-kata satpam tersebut kepada kabarjawatimur.com

Baca Juga  DPRD Lamongan Gelar Rapat Dengar Pendapat Terkait Pupuk Subsidi

Atas kata-kata itu, Fathol Arifin menyampaikan bahwa dirinya datang baik-baik, masak dibilang  mencuri, tapi si satpam malah bilang wartawan -maaf menyebut kotoran manusia, dan fikirannya selalu uang-uang.

Tak hanya itu, si satpam juga mengatakan jika seringkali banyak wartawan yang memaksa, dan dia bilang wartawan itu fikirannya uang dan uang.

“Secara tidak langsung, itu sudah mencedrai nilai-nilai hak demokrasi pers untuk meliput berita. Dan jujur, saya sangat sakit hati dikatain begitu, hal itu sudah menyimpang dari tugas layaknya seorang satpam,
Saya berharap, hal itu tidak terjadi lagi kepada siapapun, dimanapun dan kapanpun,” tegasnya.

Pihaknya berencana akan menuntut ulah satpam yang dinilai melakukan pencemaran nama baik wartawan.

Reporter: Andy K, Editor: Budi, Publisher: Gunawan.

Loading...
Artikulli paraprakGerak Gerik Mencurigakan, Diamankan Ternyata Bawa Sabu
Artikulli tjetërHendak Rayakan Tahun Baru, Curi Helm, Malah Bonyok Dimassa

Tinggalkan Balasan