Dua Geng Jambret Beranggotakan 7 ABG Dibekuk Polisi Surabaya

41

SURABAYA, Kabarjatim.id-
Dua geng kelompok kejahatan jalanan (jambret) yang beranggotakan tujuh pemuda dan biasanya beraksi di Kota Surabaya berhasil diringkus oleh Reskrim Polsek Tegalsari, Polrestabes Surabaya.

Parahnya, dua kelompok tersebut masing-masing beranggotakan anak dibawah umur (ABG) yang rata-rata berusia belasan tahun dan beberapa diantaranya berstatus pelajar.

Kelompok pertama yang di bekuk yakni, AKP (16) asal Jalan Kupang krajan kidul Surabaya, MY (15) asal Jalan Tempel Sukorejo Surabaya, MSR (16) dan RH (15) asal Jalan Banyu Urip Surabaya.

Kelompok ini diketahui merampas barang milik Riski, asal Pakis Kertajan di Jalan Anwari pada, Minggu Malam Senin, 18 November 2018 pukul 23.00 WIB.

Kelompok kedua diantaranya, RLP (13) asal Jalan Kedung Klinter 1 Surabaya, EDK (16) asal Jalan Pandegiling Gg. IV Surabaya dan KN (17) asal Jalan Keputran Kejambon Surabaya.

Baca Juga  Pembina Koperasi Terbaik se- Jatim, Gubernur Serahkan Penghargaan kepada Bupati Lamongan

Kelompok kedua ini beraksi di Pregolan Bunder depan rumah No. 7 pada, Rabu 31 Oktober 2018 lalu dengan korban Syahrur Rohman, pelajar SMP asal Dukuh Pakis Surabaya.

“Kini unit Reskrim Polsek Tegalsari masih memburu ketua dua kelompok ini, yakni beriniaial R dan K,” sebut Kompol David Triyo Prasojo Kapolsek Tegalsari Surabaya didampingi Kanit Reskrim Iptu Zainul Abidin, Jum’at (23/11/2018).

Loading...

Lanjut David, dalam setiap aksi, pelaku ini merampas HP Korban dengan cara memukuli korban dan meminta HP korban dengan alasan sebagai penukar HP adik pelaku yang telah dijambret orang .

Meraka dapat digulung petugas setelah tersangka AK ditangkap lebih dulu karena pelaku telah teridentifikasi. Kemudian setelah berhasil menangkap AK pelaku yang lainya dapat pula dibekuk dikediamannya masing-masing.

“Untuk RH, melarikan diri ke Sumber Pasir Malang di rumah pamannya, kemudian disitulah dia ditangkap,” tambah David.

Baca Juga  Punya Banyak Potensi, Jember Dapat Apresiasi

Dari keterangan MSR, dirinya mengatakan pernah menjalani penahanan di LP KA kelas 1 Blitar selama 5 bulan dalam kasus sama.

Meraka juga mengatakan, jika uang hasil penjualan HP yang biasanya laku sebesar Rp. 300 ribu dan uang Rp. 250 ribu dibagi untuk keperluan sehari-hari.

Dari meraka Polisi juga mengamankan barang bukti berupa, 1 buah HP Larva, kendaraan pelaku sebagai sarana motor Vega Nopol L 2556 RI dan dos book HP Samsung J1.

Dua kelompok ini ini langsung dijebloskan ke dalam penjara dan akan dijerat dengan pasal
365 KUHP. Polisi juga berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan anak (Bapas), mengingat para tersangkanya tersebut masih dibawah umur. (Ekoyono)

Teks foto : Dua kelompok jambret ABG di Mapolsek Tegalsari Surabaya.

Editor : Budi

Loading...
Artikulli paraprakTiga Jabatan Strategis di Koarmada II Diserahterimakan
Artikulli tjetërGuru Inspiratif, Mengajar Sambil Bertani Garam

Tinggalkan Balasan