Dua Geng di Surabaya Berseteru, Seorang Remaja Dipukuli

25
Ilustrasi

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Remaja yang masih berusia 16 tahun diketahui dsekap juga dipukuli oleh 10 remaja dari Geng yang selama ini berseteru dengan Geng yang diikuti korban.

Orangtua korban baru mengetahui anaknya disekap dan dipukuli setelah video kondisi anaknya terunggah di akun Facebook salah satu pelaku.

Orangtua korban berinisial DA (38), warga Pakis, Surabaya itu melapor ke Polrestabes Surabaya pada, 22 September 2019. DA melapor setelah mengetahui unggahan foto dan video salah satu akun Facebook. Pada akun itu, DA melihat anaknya disekap dan dipukuli sejumlah remaja.

Dari laporan itu, Tim Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan. Bermodal keterangan ayah korban dan bukti video dari akun Facebook tersebut, tim ini menelusuri di mana korban disekap.

“Petugas berhasil mengendus lokasi penyekapan pada Kamis (26/9/2019) siang. Malamnya langsung kita gerebek,” terang Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, Iptu Giadi Nugraha mewakili Kasatreskrim AKBP Sudamiran, Jumat (27/9/2019).

Baca Juga  Tim Rescue SIGAP INDONESIA Bantu Korban Banjir dan Longsor di Garut

Dalam penggerebekan, Giadi bersama Kasubnit Iptu Tio Tondy dan Iptu Zainul Abidin beserta tim berhasil meringkus 9 dari 10 pelaku. Dari 9 remaja yang ditangkap itu, 7 di antaranya masih di bawah umur dan 2 lainnya dewasa.

Loading...

“Para pelaku ini menyebut dirinya dari Geng Jawara Kampung. Sedangkan korban mengaku menjadi bagian dari Geng All Star Surabaya,” terang Giadi.

Selain itu, Giadi dan timnya juga menyita sejumlah barang bukti satu unit motor, tiga potong baju, lima unit handphone dan sebuah kunci motor. Para pelaku dan barang bukti kemudian dibawa ke Mapolrestabes Surabaya. Korban yang menderita sejumlah luka langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit.

Korban yang saat itu datang ke Krembangan Bhakti, Surabaya dan bertemu kelompok Geng Jawara Kampung. Kemudian di sebuah warung di sana, korban dipukuli geng tersebut, sekitar 10 hingga 15 orang.

Baca Juga  Pasca Korban Tewas Tenggak Miras, Polsek Jajaran Gelar Razia Oplosan

Peristiwa itu terjadi pada sekitar pukul 18.00 Wib, 20 September 2019. Korban saat itu berpamitan untuk mengunjungi rumah neneknya di Wonorejo, Surabaya. Sekitar pukul 22.00 Wib, korban masih bisa dihubungi dan mengatakan sedang berada di Jalan Rajawali, Surabaya.

“Nah, pada jam 23.00 Wib hari itu, korban sudah tidak bisa dihubungi dan tidak pulang ke rumahnya, hingga orangtuanya mengetahui dari Facebook kemudian melapor ke kami,” tambahnya.

Masih kata Giadi, di Menganti, Gresik, korban disekap dan dipukuli beramai-ramai. Aksi itu kemudian direkam video olah salah satu anggota geng dan dishare ke Group Jawara Ladies hingga video itu diviralkan salah satu akun Facebook. (*)

Reporter: Eko

Loading...
Artikulli paraprakDatangi Komisi A, THL minta Kenaikan Gaji
Artikulli tjetërSeorang Warga Blitar,Nyaris Putus Kaki Setelah Terlindas Truk

Tinggalkan Balasan