Suasana audensi di kantor Dispurabud Pamekasan

PAMEKASAN (kabarjawatimur.com) Kantor Dinas Pemuda Olah Raga dan Budaya (Disporabud) dalam sehari didatangi dua elemen kepemudaan. Mereka adalah elemen dari Suara Pemuda dan Masyarakat Pamekasan (SPMP) serta dar Forum Kajian Mahasiswa dan Pemuda Pamekasan (FKMPP), Kamis (7/12/16).

Kedatangan elemen masyarakat ini tak lepas dari kurang terbukanya pihak Disporabud terkait dana sewa gor/lapangan, dana sewa fasilitas tempat rekreasi dan pengawasan Disporabud terhadap pengelolaan. Mereka ingin mendapatkan penjelasan agar ada transparasi.

Sebab kurang terbukanya mengenai dana sewa atau retribusi itu dianggap elemen yang datang telah melanggar Perda Nomor 14 tahun 2012. Sedangkan FKMPP menanyakan terkait anggaran perencanaan teras atau normalisasi lapangan/gor di Kantor Pramuka Pamekasan.

Sebab saat ini pembangunanya dinilai tidak sesuai dengan spek dan RAB (Rencana Anggaran Biaya).
Namun perwakilan yang datang ke kantor Disporabud merasa kecewa. Hal itu disampaikan SPMP dan FKMPP . Luthfiadi selaku perwakilan dari kedua pergerakan tersebut mengatakan kecewa terhadap pihak Disporabud. Sebab mereka dinilai tidak pro terhadap pemuda dan masyarakat.

Baca Juga  Jadi Calon Penerima Penghargaan Adiwiyata Jatim, 12 Sekolah Surabaya Lolos Tahap Awal

“Kami mewakili SPMP yang diketuai oleh Ach. Fauzi dan FKMPP yang diketuai oleh Umar Faruk. Saya sendiri adalah juru bicara dari SPMP dan merasa kecewa dengan tindakan pihak Disporabud yang seakan melempar batu sembunyi tangan dan kami merasa dipimpong,” kata Luthfiadi, Kamis (08/12/2016).

Loading...

Saat mereka datang ke kantor Disporabud, saat itu kepala dinas sedang keluar kota. Sedangkan pihak sekretas Disporabud juga tak ada ditempat. “Jadi kami terpaksa menunggu di epan pintu ruang kepala dinas dan akhirnya ditemui. Anehnya pihak kepala dinas dan staf atau kabid disana tidak singkron dalam membuat pernyataan, tadi bilang bukti setornya ada tapi disuruh nunggu diluar, setelah sekian lama menunggu diluar ternyata alasan BPK bendaharanya tidak ada,” terangnya.

Baca Juga  Sadis! Seorang Pria Tewas Diduga Ditebas Sajam

Sementara itu, Kepala Disporabud Kabupaten Pamekasan, Muhammad saat beraudensi mengatakan pihaknya sangat berterima kasih terhadap masukan yang disampaikan. “Terima kasih atas masukan yang disampaikan saudara-saudara. Dan kami akan menindak lanjuti hal tersebut ke lapangan, terkait yang berkenaan dengan pengelolaan karcis masuk tempat rekreasi. Karena sudah tidak sesuai dengan Perda nomor 14 tahun 2012,namun saat ini perda tersebut sudah berubah tapi saya tidak tahu isinya perda yang baru,” katanya.

Sedangkan mengenai bukti setor sewa lapangan, pihaknya sudah telah menganjurkan kepada stafnya agar tidak main-main dengan keuangan.

Penulis: Andy K, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Berita sebelumyaHendak Pesta SS, Tiga Pemuda Dibekuk
Berita berikutnyaBersama Vicky Amarnani, Monex Gelar Trading Seminar ‘How to Trade the Market Global Market Outlook 2017

Tinggalkan Balasan