Dr Akmarawita Kadir Ajak Masyarakat Disiplin Prokes Agar Bisa Memberi Nafas Tenaga Kesehatan

FRaksi Partai Golkar
 Dr Akmarawita Kadir, M.Kes.,AIFO

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Surabaya, Dr Akmarawita Kadir mengajak masyarakat waspada dengan virus corona (Covid-19) dengan mendisiplinkan protokol kesehatan (prokes) dengan mematuhi 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan mematuhi protokol kesehatan tidak lain agar bisa memberikan nafas bagi tenaga kesehatan di RS maupun di pelayanan kesehatan yang saat ini tengah berjuangan di garda terdepan bersama jajaran lain menangani pasien covid di Surabaya yang kembali marak.

“Sehingga ada titik keseimbangan antara yang sakit, dan yang sembuh. Dan ini akan meningkatkan pelayanan kesehatan, dan menurunkan angka kematian,” ujar adik kandung Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adies Kadir ini, Selasa (12/1/2021).

Menurut politisi Partai Golkar ini, jika sudah ada keseimbangan, akan pelan-pelan bisa meningkatkan perekonomian kembali. Dan diharapkan perlahan masyarakat bisa keluar dari pandemi Covid-19. Virus yang tidak terlihat ini penularannya melalui droplet (molekul cairan yang keluar dari hidung dan mulut) seseorang yang terindikasi covid.

Lanjut Dr Akma—begitu biasa disapa—ia mengakui sejak pandemi covid rutin menggunakan protokol kesehatan (prokes). Namun, disaat–saat tertentu kadang lupa mencuci tangan, lupa melepas masker pada saat makan bersama, atau pada saat bergerombol. Padahal saat pandemi ini, ini sangat berbahaya jika mengabaikan protokol kesehatan.

“Saat bercengkerama, saat berhadapan, mengobrol, berkerumun, atau di ruangan yang tertutup dengan udara atau ventilasi yang buruk kemudian kita kontak dengan seseorang yang tertular baik orang yang sakit maupun orang yang tanpa gejala (OTG), ini sangat berbahaya. Disitulah virus bisa menyebar,” ujar politikus yang sebelumnya praktik di klinik medis Pusura Surabaya.

Diakui Dr Akma, tenaga kesehatan yang terbatas akan mempengaruhi pelayanan kesehatan dan ini bisa menjadikan angka kematian yang tinggi bagi penderita covid-19 dengan gejala sedang sampai berat. Ketika virus masuk, virus akan melekat pada sel tubuh terutama di tenggorokan dan berkembang biak di dalam sel.

Loading...

“Saat virus menempel pada sel tubuh , bagaimana selanjutnya…Nah sekarang tergantung imun seseorang ini bisa menjadi apa, carrier (orang-orang yang OTG / tanpa gejala), ini sangat berbahaya, dapat menyebarkan virus ke orang lain dengan cepat,” sambung Sekretaris Partai Golkar DPD Kota Surabaya ini.

Masih kata Dr Akma, jika pada orang yang mempunyai imun yang baik, tetapi virus tetap bisa tinggal di tenggorokan, seseorang butuh isolasi mandiri selama 7 – 14 hari. Virus ini akan menginfeksi seseorang dan berkembang biak dalam sel tubuh sekaligus menimbulkan gejala. Hal ini akan terjadi pada orang –orang yang imun tubuh lemah.

“Misalnya pada orang yang kelelahan, atau memang orang-orang yang mempunyai comorbid (penyakit lain). Infeksi ini bisa sedang – berat, bahkan bisa memburuk menimbulkan kematian. Tidak terinfeksi atau terinfeksi dengan gejala ringan (biasanya orang-orang yang mempunyai hard immunity) yaitu orang yang fit / bugar, mempunyai antibody covid-19, atau orang yang sudah melakukan vaksinasi,” urainya.

Dr Akma berharap, masyarakat harus mencari jalan untuk menekan dan memperkuat imun (hard Immunity) dan meningkatkan pemahaman bagi masyarakat akan protokol kesehatan bila di hilir di RS dan palayanan kesehatan lain sudah kewalahan.

“Peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk hal ini. Menekan di hulunya tentu dengan kebijakan pemerintah. Dan alhamdulillah kita bersyukur pemerintah dengan tegas memberlakukan PPKM (pmberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) ini harus kita dukung. Memperkuat imun masyarakat (membentuk antibody / hard immunity) dengan melakukan vaksinasi covid yang sudah terjadwal dengan prioritas yang sudah ditentukan,” jlentreh Dr Akma.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat memperhatikan akan pentingnya 3M dan VDJ (menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan benar, menjaga jarak dengan benar,ventilasi (sirkulasi udara baik di lingkungan sekitar).

Termasuk durasi mengurangi kontak dengan orang-orang (sebaiknya online ), menjaga Jarak (hindari berkerumun), bergerombol (pertemuan-pertemuan). (*)

Reporter: Ibad
Editor: Gita Tamarin

Loading...
Berita sebelumyaPPKM Hari Pertama di Surabaya Tidak Ditemukan Pelanggaran, Mall Tutup Tepat Waktu
Berita berikutnyaKritis, Gladhak Kudhung Ditutup Total, Ribuan Warga Memutar 10 Km ke Pusat Kota

Tinggalkan Balasan