DPRD Surabaya Minta Dispendik Bijak Sebelum Pembelajaran Tatap Muka Diberlakukan

34
DPRD Kota Surabaya
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah.

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)
Sistem pembelajaran sekolah dengan tatap muka untuk siswa SMP (sekolah menengah pertama) akan segera diberlakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Tentunya berbagai tanggapan datang dari para legislator DPRD Kota Surabaya.

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabatya, Khusnul Khotimah berharap, setidaknya ada perhatian yang lebih sebelum penerapan pembelajaran tatap muka betul-betul dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

“Memang rencana pembelajaran tatap muka sudah digodok. Kami ada rencana rapat dengan Disdik Surabaya untuk membahas itu. Mengingat banyak sekali masukkan dan juga kritik dari masyarakat, harus disiapkan inovasi yang lain,” tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Lanjutnya, sebelum diterapkan, ia menginginkan Pemkot Surabaya harus memerhatikan beberapa aspek. Seperti hasil kajian dari para pakar epidemiolog, mengingat pandemi Covid-19 ini telah mempengaruhi seluruh sektor.

Baca Juga  Jual Dua Unit HP, Pria ini Malah Ditangkap Polisi

“Kalau saya bisa memberi catatan, rencana pembukaan sekolah itu, ada baiknya dikaji betul dan kemudian mempertimbangkan beberapa aspek, seperti aspek kesehatan,” sambung Khusnul
Dan yang lebih penting menurutnya, kesiapan infrastruktur protokol kesehatan di setiap sekolah juga perlu diperhatikan. Sebab hal tersebut, juga memiliki andil dalam meminimalisir penyebaran Covid-19.

Loading...

“Makanya kami minta pada Dinas Pendidikan untuk memastikan betul kesiapan itu. Seperti kesiapan infrastruktur cuci tangan, hand sanitaizer, thermo gun. Bagaimana lingkungan sekolah itu menjadi lingkungan yang aman, dan tidak menjadi klaster baru,” bebernya.

Khusnul juga mengungkapkan, bahwa memastikan kondisi kesehatan seluruh warga sekolah juga tak kalah penting. Contohnya seperti melakukan pengecekkan kesehatan kepada para guru, sebelum mulai mengajar muridnya.

Baca Juga  Masa Karantina Ponpes Berakhir, Pemkab Banyuwangi: Terima Kasih Semuanya

“Ada baiknya guru di-rapid test dan swab juga. Harus diberlakukan itu. Dan alhamdulillah sudah direspon kan kemarin. Sudah dilakukan rapid test dan swab kepada guru-guru. Ada sekitar 65-an guru yang mengikuti tahap awal,” kata Khusnul.

Terakhir, lanjut Khusnul, dirinya berharap agar Pemkot Surabaya terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Agar tercapainya konsep pendidikan seperti yang diinginkan.

“Saya kira, ada yang jauh tidak kalah penting, Dinas Pendidikan Surabaya seharusnya melakukan koordinasi dengan Kemendikbud, sehingga ada semangat yang sama, karena kita tahu pandemi Covid-19 ini kan juga menjadi bencana nasional,” pungkasnya. (*)

Reporter : Boy
Editor: Rizky Rahim

Loading...

Tinggalkan Balasan