DPRD Gresik Dilapori Ada Potongan Dana BOS SDN dan SMPN Senilai Rp 500-700 Ribu

38
Anggota DPRD Gresik Atek Riduan

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – DPRD Gresik melalui Komisi IV (membidangi pendidikan) mendapat laporan adanya potongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2022 untuk siswa SD Negeri dan SMP Negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik.

Dari laporan yang diterima bahwa besaran potongan dana BOS tersebut untuk SD Negeri senilai Rp 500 ribu persiswa, sedangkan untuk SMP Negeri dikenakan potongan Rp 700 ribu persiswa.

“Laporan yang masuk ke kami potongan BOS untuk siswa SDN dan SMPN di lingkungan Dispendik Gresik itu terjadi sejak bulan Januari 2022. Untuk siswa SDN Rp 500 ribu persiswa dan SMPN Rp 700 ribu persiswa,” kata anggota Komisi IV DPRD Gresik, Atek Riduan, Sabtu (27/5/2022).

Dia pun membeberkan, dari laporan yang diterima bila potongan itu tak hanya terjadi di satu sekolahan, melainkan menyeluruh untuk semua sekolah.

“Saya sudah kroscek ke sejumlah kepala sekolah (kepsek) SDN dan SMPN di dapil (daerah pilihan) Driyorejo dan Wringinanom. Ternyata para kepala sekolah itu membenarkan,” ungkapnya.

Baca Juga  DPRD Apresiasi Pencapaian Pemkab Bojonegoro, Terkait Penghargaan dari Kemendagri

Atek menyebut, dari hasil klarifikasi sejumlah kepsek, mereka mengaku bahwa tarikan itu atas perintah kabupaten.

“Kata para kepala sekolah pemotongan atau penyunatan BOS SDN dan SMPN itu atas perintah orang kabupaten. Tapi setelah saya desak orang kabupaten itu siapa, kepsek pada bungkam, tak mau membuka,” ucapnya.

Berdasarkan temuan itu, lanjut Atek, dia lalu meneruskan informasi itu kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah.

“Sudah saya sampaikan ke Pak Bupati dan Bu Wabup. Informasinya Pak Kadispendik (S. Hariyanto) sudah dipanggil,” terangnya.

Loading...

Dia menambahkan, tarikan atas potongan dana BOS yang dikordinir oleh masing-masing kepala sekolah tersebut informasinya untuk kebutuhan kelompok kerja (pokja).

“Untuk pokja kata mereka. Tapi, mereka juga belum mau buka pokja apa,” katanya.

Temuan ini, tambah Atek, tentu akan dibawa ke Komisi IV untuk ditindaklanjuti. Sebab, selain merugikan siswa dan sekolah, juga bentuk penyimpangan penggunaan BOS.

“Jelas akan kami bawa ke tingkat komisi,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S. Hariyanto membantah adanya pemotongan dana BOS Rp 500 ribu untuk masing-masing siswa SDN dan Rp 700 ribu untuk siswa SMPN di lingkungan Dispendik Gresik.

Baca Juga  Sasar Peziarah, Copet Wilayah Ampel Dibekuk

“Tidak benar itu. Itu kabar tak benar,” katanya saat dikonfirmasi.

Kendati begitu, S Hariyanto mengaku sudah mendengar adanya informasi itu. Ia juga mengaku telah memanggil kepala sekolah yang diinformasikan memotong dana BOS. Di antaranya, kepala sekolah di wilayah Kecamatan Driyorejo.

“Sudah saya panggil kepala sekolah yang dilaporkan memotong BOS di wilayah Driyorejo. Namun kepsek itu menyatakan tak ada potongan BOS,” ungkapnya.

Hariyanto menyatakan, jika ada kepala sekolah yang memotong BOS untuk kegiatan selain peruntukan BOS, seperti untuk pokja, maka kepsek seperti itu goblok (tak mengerti).

Sebab, dana BOS penggunaannya sudah ada petunjuk teknis (juknis).

“Kepala sekolah yang memotong BOS untuk kegiatan di luar BOS, goblok. Sebab, penggunaan BOS sudah ada juknisnya. Kepala sekolah kok goblok,” pungkas Hariyanto dengan nada tinggi.

Reporter : Azharil Farich

Loading...
Artikulli paraprakJawaban Bupati Terhadap Pandangan Umum Fraksi DPRD Bojonegoro
Artikulli tjetërKapok, Maling HP ini Dihajar Warga Surabaya

Tinggalkan Balasan