Michael Edy Hariyanto

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – DPRD Banyuwangi akan memanggil sejumlah dinas pemilik proyek pabrikasi U-Ditch di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka akan dimintai keterangan terkait alasan dan dasar hukum menerbitkan proyek dengan bahan material pabrikan.

Karena dalam praktik di lapangan, proyek pabrikasi U-Ditch sangat minim menyerap tenaga kerja. Alias kurang mampu memberi manfaat perekonomian kepada Wong Cilik di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga:Kebijakan Proyek Pabrikasi Dikritik DPRD Banyuwangi

“Segera kita panggil. Di masa pandemi ini masyarakat sedang kesulitan ekonomi, butuh lapangan kerja, butuh penghasilan untuk bertahan hidup,” ucap Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, Jum’ar (30/7/2021).

Disebutkan, dimasa pandemi hampir seluruh sektor perekonomian lumpuh. Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Menurut Michael, seharusnya pejabat pemerintah di kedinasan memiliki kepekaan sosial.

Baca Juga:Bupati Banyuwangi Diminta Evaluasi Kebijakan Proyek Pabrikasi Dimasa Pandemi

Baca Juga  Pembuang Janin Bayi di Sumur Masih Pelajar SMP

Salah satunya dengan menjadikan proyek untuk membantu perekonomian masyarakat kecil. Serta bersinergi dengan program Presiden Jokowi guna percepatan pemulihan ekonomi masa pandemi Covid-19.

Loading...

Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi ini mencontohkan. Dalam upaya menekan penyebaran Covid-19, Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, langsung mengeluarkan intruksi memadamkan lampu penerangan jalan di malam hari.

Namun untuk lampu di kebun buah naga masyarakat tetap diijinkan menyala. Kebijakan tersebut, masih Michael, adalah bentuk kepedulian dan perhatian kepada perekonomian masyarakat yang harusnya dijadikan contoh para ASN pejabat dinas.

“Bukan malah mengatakan bahwa rakyat kecil sudah mendapat BLT (Bantuan Langsung Tunai). Karena yang dapat BLT itu hanya berapa. Sedang jumlah masyarakat yang membutuhkan pekerjaan di masa pandemi ini jauh lebih banyak,” ungkap Michael.

Baca Juga  ISNU dan FRB Rogojampi Kolaborasi Layani Vaksinasi Gratis

“Dan perencanaan serta anggaran itu juga bukan alasan. Itu bisa dirubah, bisa di refocussing,” imbuhnya.

Terkait kualitas hasil pekerjaan, lanjutnya, juga dianggap sebagai alasan para pejabat dinas untuk memuluskan niatanya menerbitkan proyek berbahan material pabrikan U-Ditch.

Kenapa begitu? Karena dalam setiap pengerjaan proyek pemerintah pasti ada petugas pengawas dan pemeriksa. Mereka telah memiliki ilmu dan pengalaman yang mampu memastikan kelayakan kualitas hasil pekerjaan.

“Yang harus digarisbawahi adalah jumlah serapan tenaga kerja. Proyek dengan bahan pabrikan U-Dith hanya bisa menampung sekitar 5 orang pekerja. Sedang proyek yang sama yang dikerjakan dengan cara konvensional bisa menyerap hingga 25 orang pekerja. Ini masa pandemi, saatnya kita menggunakan hati,” pungkas Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto. (*)

Reporter: Rochman

 

Loading...
Berita sebelumyaDuh! Penumpang Kapal Lompat ke Perairan Selat Bali
Berita berikutnyaCegah Covid-19, Polresta Banyuwangi Bentuk Tim Tracer

Tinggalkan Balasan