Dorong Pertumbuhan Destinasi Desa Wisata, DPRD Gresik Siapkan Regulasi Baru

47
Ketua DPRD Gresik M Abdul Qodir saat menyampaikan keterangan kepada awak media dalam jumpa pers.
Ketua DPRD Gresik M Abdul Qodir saat menyampaikan keterangan kepada awak media dalam jumpa pers.

GRESIK (Kabarjawatimur.com) – Seiring pertumbuhan destinasi Desa Wisata di Kabupaten Gresik yang mampu menarik banyak pengunjung, membuat DPRD Gresik kian optimis untuk mendorong dengan menyiapkan regulasi-regulasi baru.

Ketua DPRD Gresik M Abdul Qodir meyakini bila wisata desa mampu mengentaskan kemiskinan. Oleh karena itu, pihaknya berencana mengkaji dan membuat regulasi agar wisata desa bisa mendapat kucuran APBD Pemkab Gresik.

“Untuk merealisasikannya, DPRD Gresik melalui Komisi II dan IV berencana melakukan studi banding ke daerah yang berhasil mengentaskan kemiskinan melalui wisata desa. Termasuk adanya potensi pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Abdul Qodir, Kamis (8/10/2020).

Qodir membeberkan, selama ini hanya makam Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim yang mampu membukukan pendapatan dari sektor pariwisata. Itu pun jumlahnya hanya Rp 2,5 miliar pertahun.

Baca Juga  Blusukan ke Kampung-Kampung, Ipuk Fiestiandani Dielukan-Elukan Warga

Agar mampu meningkatkan PAD sektor wisata, berbagai langkah akan dilakukan dewan. Salah satunya menyiapkan regulasi agar wisata desa juga diberikan bantuan infrastruktur dan sarana pariwisata.

“Kita berharap pemerintah memberikan bantuan sarana infrastruktur wisata yang akan menimbulkan efek PAD bagi kita,” pungkas politikus PKB ini.

Loading...

Pernyataan senada juga dlontarkan oleh Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Gresik Nurul Yatim. Dia berkata banyak potensi desa yang bisa digali untuk menggeliatkan sumber pendapatan desa dan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Saya contohkan Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar. BUMDesnya bisa menjadi salah satu supplier limbah pabrik Mie Sedap dan kebutuhan lainnya. Potensi seperti ini bisa dimanfaatkan desa-desa lain yang sekelilingnya ada industri,” terangnya.

Baca Juga  Pemain Timnas U-19 asli Banyuwangi Disanjung Gus Riza

Dia menambahkan, selain potensi industri juga ada sejumlah desa yang memiliki potensi wisata. Baik itu wisata alam, pantai, religi, agro wisata dan kuliner. Potensi itu bila digarap dengan baik, maka akan bisa menciptakan pendapatan besar.

“Di Gresik kan juga daerah pertanian dan pertambakan. Bilamana digarap untuk wisata, maka akan sangat berpotensi mendatangkan pendapatan dan lapangan pekerjaan. Seperti wisata persawahan dan pertambakan yang dipadu wisata kuliner dan edukasi,” ucapnya

Supaya hal itu terwujud, maka dibutuhkan sentuhan dan keterlibatkan pemerintah. Baik melalui pendampingan maupun pendanaan. Karena yang terjadi selama ini desa harus bekerja sendiri untuk menggali dan mengembangkan potensi desa.

Reporter : Azharil Farich

Loading...

Tinggalkan Balasan