Dolly & Jarak Di Isukan Beraktifitas Pada Bulan Puasa 2018

7

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Isu tentang aktifitas portitusi yang ada di Dolly atau Jarak pada bulan Ramadhan 2018 kemarin dihembuskan oleh warga sekitar dan masyarakat Surabaya yang kerap melintas di bekas lokalisasi tersebut.

Mantan lokalisasi terbesar di Asia tersebut telah di tutup oleh walikota Surabaya sejak tahun 2015.

Meski begitu kucing Kuningan kerap terjadi antara wanita tunasusila (PSK) dengan petugas Sat Pol PP dan Polisi.

Laporan dari penggemar kabarjawatimur.com melalui media sosial, memberikan keterangan bahwa pada bulan puasa 2018, terlihat beberapa laki laki (germo) yang berada di sepanjang jalan Dolly untuk menawarkan seorang perempuan.

“Saya waktu itu melintas pukul 23.00 WIB di jalan Dolly sepanjang jalan itu ada beberapa laki laki menawarkan mampir dan ditawari wanita,” ujar Prasetyo warga Surabaya Barat.

Diceritakan Prasetyo pada saat itu dia pulang dari rumah temanya dan melintas di jalan Dolly. Karena kehabisan rokok lantas Prasetyo mengendarai motornya dengan pelan pelan gun mencari pedagang kecil yang menjual rokok.

Baca Juga  Sebanyak 22 Partai di Jember, Hari Ini Sosialisasi Tahapan Pemilu dari KPU RI

“Saya pelan pelan cari rokok lantas ditawari oleh germo kalau gak salah, sedangkan yang mengendarai motor agak kencang tidak ditawari,” lanjutnya

Pada masa nya Dolly merupakan surganya bagi kaum pria hidung belang. Sepanjang jalan akan terlihat wanita wanita cantik dan seksi yang dibungkus pakaian perangsang, dengan dipajang dirumah berkaca.

Loading...

Bekas lokalisasi terbesar yang berada di Surabaya telah berubah menjadi perkampungan yang menyediakan warung kopi dan warung warung nasi.

Namun dibalik itu ternyata ada beberapa praktek portitusi sembunyi sembunyi yang disediakan oleh para mucikari di kawasan Dolly.

Sehingga aksi kucing Kuningan kerap dilakukan oleh Sat Pol PP Surabaya.

Selain itu adanya isu ternyata Dolly melakukan aktifitas portitusi di bulan Ramadhan 2018 hingga petugas tidak mengetahuinya dan kebobolan, maka pada Selasa (26/6/2018) pihak Sat Pol PP Surabaya melakukan pemantau disekitaran Dolly dan Jarak.

Baca Juga  Tebu Tidak Diangkat Diduga Mengalami Kerugian, Berikut Penjelasannya

Hal tersebut diutarakan oleh Bagus Supriyadi selaku Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Surabaya.

Melalui via telfon pihaknya memberikan perintah kepada jajaran RHU yang dipimpin oleh Joko Wiyono selaku Kasi Penindakan Sat Pol PP, untuk melakukan patroli dan pengawas di malam menjelang hari pencoblosan Pilgub Jatim.

“Sesuai perintah pimpinan Sat Pol PP hanya melakukan pengawasan terkait adanya aktifitas portitusi, belum bisa melakukan razia skala besar karena untuk jajaran Kepolisian melakukan persiapan penjagaan coblosan Pilgub Jatim,” ujar Joko Wiyono.

Reporter.   :  Tim

Editor.        :  Rusmiyanto

Loading...
Artikulli paraprakKPU Kota Surabaya Bakar 1.423 Surat Suara Pilgub Jatim 2018
Artikulli tjetërMengaku Hamil ke Suami, Nekat Curi Bayi Teman di Ampel Surabaya

Tinggalkan Balasan