DLH Banyuwangi Sebut Limbah Pabrik Ikan Muncar Melebihi Baku Mutu

7
Limbah pabrik ikan yang dibuang ke laut. (Istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Hasil uji laboratorium terhadap limbah yang berasal dari pabrik ikan di Muncar, Banyuwangi melampui atau melebihi baku mutu. Hal tersebut ditegaskan oleh Budi Wahono Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Pengendalian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Menurut Budi, hasil uji laboratorium terhadap media lingkungan di Muncar tersebut sudah diserahkan kepada Tim Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang telah turun pertengahan hingga akhir April yang lalu.

“Ada beberapa parameter memang melampaui baku mutu,” tegas Budi Wahono saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (18/5/2021).

Baca Juga:Keluhan Warga Tak Digubris, Pabrik ‘Nakal’ Masih Nekat Buang Limbah di Laut Muncar

Hingga saat ini, DLH Banyuwangi juga sedang menunggu tindak lanjut dari hasil verifikasi Tim Gakkum KLHK.

Baca Juga  Barang Bukti Perampokan Toko Emas dari 2 Kg Berkurang 500 Gram !

Dan masyarakat Muncar, terus mendesak Pemerintah agar memberikan hasil uji laboratorium limbah pabrik yang diduga nakal terebut secara transparan.

Loading...

“Kami ingin mengetahui hasil labnya secara transparan,” kata Nurul Syafi’i, SH warga Muncar.

Nurul Syafi’i SH yang merupakan Ketua Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (F-Maling) ini menegaskan agar dinas buka-bukaan dan jangan saling menutup nutupi adanya limbah pabrik ikan yang diduga sengaja dibuang ke laut Muncar.

“Semua ini demi menjaga kepercayaan masyarakat Muncar terhadap kredibilitas DLH Banyuwangi dimata masyarakat,” tegas Nurul Syafi’i.

Sekedar diketahui, kejadian ini sudah bertahun tahun lamanya. Bahkan, dampak limbah itu menyebabkan gatal-gatal pada sekujur tubuhnya. Nelayan yang mayoritas adalah kaum wong cilik ini terasa resah merasakan dampak limbah pabrik, mulai dari limbah cair hingga padat.

Baca Juga  Warga Pasuruan Bersukur, Motornya Polsek Gunung Anyar

Padalah terkait pembuangan dan pengelolaan limbah secara tegas sudah diatur oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dimana saksi pidana siap menjerat para pelaku pembuang limbah ke media lingkungan yang melanggar ketentuan yang berlaku. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakKasus Yang Menimpa Editor Media Detik Terus Diselidiki Polisi
Artikulli tjetërMasyarakat Banyuwangi Dibikin Bingung oleh Program Bedah Rumah BSPS

Tinggalkan Balasan