Ditemukan Tewas di Gudang RM IBC, Purnawirawan TNI Sumardi Diduga Dibunuh

24
Korban saat ditemukan tewas di gudang IBC Jalan Veteran Gresik.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Seorang purnawirawan TNI berpangkat Sersan Mayor Sumardi (54) ditemukan tewas di gudang rumah makan Ikan Bakar Cianjur (IBC) Jalan Veteran, Gresik pada Rabu (28/9/2022) malam. Muncul dugaan korban tewas dibunuh.

Hal ini terlihat dari kondisi korban pada saat pertama kali ditemukan. Yakni tubuh korban tampak bersandar di dinding dengan kepala merunduk, luka di bibir seperti bekas pukulan, luka di bagian pipi, dan leher terjerat selang karet sebesar ibu jari.

Sejauh ini, penyidik Polres Gresik masih melakukan pendalaman untuk memastikan pria yang akrab dipanggil Ambon itu dinyatakan bunuh diri seperti dugaan awal.

“Masih nunggu hasil visum dari rumah sakit bang,” ujar Kasatreskrim Polres Gresik, Iptu Wahyu Rizki, Kamis (29/9/2022), kepada wartawan.

Ada sejumlah kejanggalan bila korban bunuh diri menggunakan selang sebesar ibu jari. Sebab, selang sifatnya elastis sehingga kemungkinanya tidak akan mampu menahan beban fisik Sumardi yang ukuran tubuhnya cukup besar.

Selain itu, bunuh diri dengan tali selang sebesar ibu jari itu sangat kecil kemungkinan korban bisa langsung tewas dengan posisi menggantung. Apalagi selang tidak terlihat melar akibat kena beban berat. Sedangkan lehernya nampak membekas melingkar diduga akibat gesekan benda keras.

Baca Juga  Bupati Bojonegoro Datangi Rumah Keluarga Anak Tenggelam

Menurut sejumlah sumber, sebelumnya Ambon sempat bercerita kapada teman akrabnya berinisial UG bahwa dia pernah mendapat ancaman akan dibunuh dari saudara wanita kenalan Ambon berinisial TW melalui pesan WhatSapp. Hanya saja kabarnya sampai hari ini HP korban belum ditemukan.

Loading...

“Almarhum punya teman wanita. Wanita ini aslinya orang Kalimantan tapi tinggal di Gresik. Sebelum meninggal almarhum pernah bercerita kepada teman akrabnya dia sedang diancam seseorang yang mengaku sebagai kakak TW. Polisi harusnya mengembangkan penyelidikannya. Sebab ini sangat tidak wajar,” ungkap Ali Kasan teman almarhum saat masih berdinas di Kodim 0817 yang mengaku melihat langsung jenazah Ambon.

Ali juga menceritakan, saat ganti sift pukul 06.00 pagi, teman pengganti jaga Ambon datang. Dia mengaku kepada Ali hanya melihat lampu masih nyala. Sepeda milik Ambon terparkir di joglo rumah makan. Tetapi Ambon tidak terlihat. Padahal temanya ini hendak masuk kantor untuk absen. Sayangnya kuncinya masih dibawa Ambon sehingga tidak mungkin bisa masuk. Pikirnya, daripada hanya bingung menunggu, teman kerja Ambon ini hendak membersihkan lantai.

Baca Juga  Pastikan Kwalitas Beras BPNTD, Camat Montong Tuban Lakukan Pengecekan

Saat akan mengambil kain pembersih lantai yang posisinya berdekatan dengan gudang, terlihat kakinya Ambon didalam Gudang. Lalu dihampirinya, ternyata Ambon kondisinya sudah tak bernyawa dengan leher terlilit selang berwarna biru tubub tersandar didinding gudang.

“Atap gudang tinggi. Kalau menggantung setinggi itu saya rasa tidak mungkin,” ungkap Ali.

Untuk diketahui, demi keberlangsungan hidup keluarga, setelah memasuki masa pensiun umur 53 tahun sebagai anggota TNI di Kodim 0817 Gresik, Sersan Mayor (purnawirawan) Sumardi (Ambon) berkerja sebagai penjaga malam di rumah makan Ikan Bakar Cianjur (IBC) Jl Veteran Gresik.

Ia pernah dua kali mendapat penghargaan Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Nararia dari presiden Soeharto dan tanda jasa Bantalah.

Mantan penerjun dari Lintas Udara (Linud) 501 Madiun kelahiran Kabupaten Bojonegoro tahun 1968 itu juga pernah menerima Tanda jasa kesetiaan 8 th, kesetiaan 16 tahun, kesetiaan 32 tahun, tanda jasa Setya Lencana Nararia tidak pernah melakukan pelanggaran. Ia juga menerima Setya Lencana Seroja setelah bertugas di Timur Timur selama 2 tahun.

Reporter : Azharil Farich

Loading...
Artikulli paraprakUpaya Pemulihan Ekonomi, Pemkab Bojonegoro Gelar Expo UMKM
Artikulli tjetërJagung Pulut, Bupati Harapkan Pengembangan Budidaya Tanaman Pangan

Tinggalkan Balasan