300 Usaha RHU Bersama Disbudpar Surabaya Gelar Forum Pra Ramadhan

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – DaIam rangka pelaksanaan Bulan Suci Ramadhan 1439 H, Dinas Pariwisata mengelar Forum Komunikasi Pra Ramadhan Tahun 2018, pada Selasa (8/5/2018).

Selama acara berlangsung dihadiri oleh 300 undangan dari pengelolah pengusaha RHU (rumah hiburan umum), mulai dari Pijat Tradisional, Cafe Resto, fasilitas Hotel, Discotik, dan SPA.
Selama acara untuk narasumber yang hadir yaitu ibu Lilik Pujiastuti selaku Pakar Hukum Unair, IPDA Amir selaku unit Intelkam Polrestabes Surabaya, Kolonel Beny selaku Comando Garnisus III dan Irvan Widiyanto selaku Kepala Dinas Pariwisata Surabaya.

Selama forum yang digelar pada Selasa (8/5/2018) di lantai 4 gedung Siola, berisikan tentang anjuran dan wajibnya pengusaha RHU untuk menon aktifkan atau tidak beroprasional terhitung malam puasa bulan Ramadhan hingga malam hari raya Idul Fitri.

Hal tersebut mengacu dari “Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 23 Tahun 2012 tentang Kepariwisata.
Dan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 25 Tahun 2014 tentang Tate Cara Penyelenggaraan Usaha Kepariwisataan.

Dan juga diatur dalam sangsi administrasi terkait penyimpangan yang dikakukan oleh para pengelolah usaha RHU.
Telah diatur dalam Peraturan Walikota Surabaya Nomor 64 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif Pelanggaran Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2012 tentang Kepariwisataan.

Baca Juga  Tahura dan KRM Segera Buka dengan Prokes Ketat

Dimana berisikan (1) Selama Bulan Ramadhan dan malam Hari Raya Idul Fitri :
a. untuk kegiatan usaha diskotek, panti pijat, kelab malam. karaoke dewasa. karaoke keluarga, spa dan pub / rumah musik diwajibkan
menutup / menghentikan kegiatan.

Loading...

b. untuk kegiatan usaha rumah bilyar (bola sodok) dilarang membuka pengecualian dipergunakan untuk turnamen olah raga dan latihan. Namun harus terlebih dahulu memperoleh izin dari Kepala Daerah atau Pejabat yang ditunjuk dengan mempertimbangkan rekomendasi dari Komite Nasional Indonesia (KONI) Cabang Surabaya berdasarkan usulan dan’ Persatuan Olahraga Bola Sodok Seluruh Indonesia (POSSI) Cabang Surabaya.

C. untuk kegiatan pertunjukan bioskop dilarang memutar film sebelum pukul 20.00 WIB (waktu sholat maghrib hingga sholat terawih.
Juga untuk usaha hotel dari fasilitas pendukungnya sepeti halnya Pub dan SPA diwajibkan tutup.

Baca Juga  Ribuan Pil dan Narkoba Diamankan dari Pria di Surabaya

Beberapa nara sumber memberikan keterangan, Irvan Widiyanto selaku PHL KA Pariwisata Surabaya menganjurkan sebisa mungkin dan wajib bagi para pengelolah tempat hiburan umum untuk tidak beroperasi hal terebut akan memicu gesekan dari beberapa masyarakat dan ormas.
“Penutupan atau tidak operasionalnya Rumah hiburan umum di bulan puasa sudah kerap disosialisasikan, dan pada tahun tahun terdahulu sudah berjalan sesuai anjuran diharapkan untuk tahun ini juga berjalan seperti tahun tahun sebelumnya,” ujar Irvan Widiyanto yang juga masih menjawab di Kasat Pol PP Surabaya.

Pihak Polrestabes Surabaya yang diwakilkan IPDA Amir dari unit Intelkam yang berposisi sebagai pemantau perizinan keramaian RHU memberikan keterangan, sesuai perda Surabaya tentang RHU yang diwajibkan tutup pihaknya akan melakukan pemantauan secara berkala buka ditemukan pelangaran atau usaha RHU yang beroprasional di bulan Ramadhan.
“Nantinya akan kita dirikan beberapa pos Satgas yang berfungsi untuk pengaduan masyarakat bila ada ditemukan tempat hiburan yang beroperasi di bulan Ramadhan, dan akan kita tidak bila terbukti,” tegas Amir.

Reporter. : Rusmiyanto
Editor. : Gunawan

Loading...
Berita sebelumyaKapolrestabes Surabaya di Ganti
Berita berikutnyaKades Menganti Diancam 4 Tahun Penjara Setelah Terbukti Pungli

Tinggalkan Balasan