Disambar Petir, Tempat Ibadah di Banyuwangi Rusak

19
Atap mushola tersambar petir. (Istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Sebuah tempat ibadah (mushola) di Dusun Krajan, Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat, Banyuwangi rusak pada bagian atap usai disambar petir saat hujan, Selasa (9/2/2021) sore.

Akibatnya, kondisi atap genteng Mushola Sunan Kalijogo yang berada di Dusun Krajan, Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat, itu rusak dan berantakan.

“Bahkan langit-langit Mushola juga ikut jebol karena terkena sambaran petir itu,” kata Staff Trantib Satpol PP Kecamatan Kabat, Syahroni.

Atap Mushola dari genteng itu pecah dan berjatuhan hingga tidak dapat digunakan kembali. Warga yang melihat peristiwa itu langsung bergegas membersihkan puing-puing yang berserakan.

“Kepala dusun bersama warga setempat langsung melakukan giat pembersihan genteng yang runtuh,” cetus Syahroni.

Baca Juga  Keamanan Lintasan Kereta Api, Lamongan Raih penghargaan Railways Safety Award 2022

Beruntung dalam musibah tersebut tidak ada jamaah yang berada di dalam Mushola. Sehingga tidak ada korban jiwa.

Loading...

“Hanya saja taksiran kerugian kurang lebih mencapai Rp 15 juta,” ujar Syahroni.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika kelas III Banyuwangi (BMKG Banyuwangi), sebelumnya memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari kedepan.

Adapun potensi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai antara lain, hujan lebat disertai petir dan angin kencang. BMKG menyebut puncak musim penghujan terjadi pada bulan Januari hingga Februari ini.

Prakirawan BMKG Banyuwangi, Gigik Nurbaskoro mengatakan, potensi hujan sedang hingga lebat yang terjadi, juga bisa berdampak pada terjadinya banjir untuk wilayah dataran rendah dan longsor untuk daerah dataran tinggi.

Baca Juga  Hadapi Krisis, KPPG Ajak Perempuan Surabaya Gairahkan Ekonomi Keluarga

“Biasanya hujan ini turun antara siang hingga malam hari dengan intensitas sedang hingga lebat. Hal itu bisa berpotensi menyebabkan tanah longsor untuk dataran tinggi dan potensi banjir untuk dataran rendah. Maka dari itu, masyarakat perlu waspada,” pungkas Gigik. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakNgutil HP di Mall, Emak-Emak Ingin Tampil Keren
Artikulli tjetërProgram Eazy Passport Kanim Tobelo Terima Apresiasi Pemda Halmahera

Tinggalkan Balasan