Dirut CV Fajar Jaya Abadi Di Polisikan

343

MALANG (kabarjawatimur.com)
Direktur Utama CV Fajar Jaya Abadi yang beralamatkan terakhir di Perum The Emerald Garden No.1 Jalan Raya Bambang ,Saptorenggo, Kecamatan Pakis dipolisikan ke Polres Kota Malang.
Aista Kurnia Widyastuti (45) dilaporkan polisi karena telah melakukan penipuan dan penggelapan tanah.

Kasus penipuan dan pengelapan tanah bermula dari sengketa akte jual beli tanah yang terletak di jalan Mayjen Sungkono tepatnya di samping Gor Ken Arok Kota Malang seluas 10.443 meter persegi.

Jual beli terjadi bermula pada waktu H. Alwi (49) warga Jalan Kalisari Wonokoyo Kecamatan Kedungkandang Kota Malang berkapasitas sebagai pengembang perumahan, yang juga sebagai pemilik tanah.
Pemilik tanah yang lain adalah Suparman, (52) Mad Sarwi (73), Siti Aminah (71) dan Sumarmi (49) yang keempatnya merupakan warga Wonokoyo Kecamatan Kedungkandang .

Luas yang dimiliki masing-masing 1.463 meter2 dan 1.546 meter2, milik H. Alwi, Suparman memiliki lahan seluas 2.771 meter2, Mad Sarwi seluas 1.834 meter2, Siti seluas 1.149 meter2, dan Sumarmi seluas 1.680 meter2.

Saat itu, disepakati harga untuk lahan tanah ber total Rp.4 miliar.
Kemudian Aista Kurnia Widyastuti pada Maret 2016 lalu membayar uang muka sebesar Rp 600 juta yang dicicil kurang lebih 6-7 kali .

Baca Juga  Residivis Tak Berkutik, Kembali Mendekam Dalam Penjara

Setelah mendapatkan uang muka, ke lima korban (pemilik tanah awal) lantas menyerahkan sertifikat tanah, kepada notaris dari Aista Kurnia Widyastuti yaitu Lyla Herawati SH Mhum yang berkantor di Jalan KH Hasyim Ashari Kauman Kecamatan Klojen .

Sejak pembayaran yang dilakukan pada Maret 2016 hingga sekarang terjadi kendala.
Pasalnya pihak Aista Kurnia Widyastuti beserta notarisnya Lyla Herawati SH Mhum, berkelit dari kwajiban yang harus dilakukan kepada ke lima pemilik tanah sebelumnya.

Loading...

Pihak Lyla Herawati SH Mhum akan melakukan pembayaran bila surat sertifikat tanah milik H. Alwi bisa dimunculkan lagi disebabkan hilang.

Kuasa hukum H. Alwi yaitu Bambang P.SH dan Nanang Setiawan, saat dikonfirmasi kabarjawatimur.com memberikan keterangan.
Bahwa antara pembeli dan penjual sebelumnya akan sepakat melunasi bila sertifikat tanah milik H. Alwi sudah bisa diterbitkan lagi oleh BPN karena pernah hilang.

“Untuk sertifikat tanah kline saya hilang, tapi pihak pembeli (Aista Kurnia Widyastuti beserta notarisnya Lyla Herawati) akan melakukan pelunasan bila sertifikat yang baru milik H. Alwi bisa terbit lagi, dan dari informasi yang ada untuk sertifikat H. Alwi yang baru sudah muncul namun pembeli ingkar janji,” ujarnya.

Baca Juga  Jambret HP Keok, Tak Sadar Terekam Kamera CCTV

Untuk memastikan bahwa sertifikat sudah dikeluarkan BPN, H. Alwi mondar mandir ke kantor BPN.
Setelah dipastikan sertifikat tanah miliknya sudah keluar lantas menagih janji kepada pihak pembeli.

Namun pihak pembeli berkelit bahwa sertifikat itu masih belum keluar.
“Sudah kita cek ke BPN bahwa sertifikat atas nama H. Alwi sudah terbit pada 10 oktober kemarin dan sudah diambil oleh pembeli,” Bambang P.SH dan Nanang Setiawan tambah.

Karena ingkar janji maka lima pemilik tanah lama yang merasa menjadi korban mendatangi kantor Notaris.
Namun kembali janji janji yang tidak pasti terlontar dari sang notaris.
Karena merasa geram maka ke lima korban akhirnya mendatangi SPKT Polres Kota Malang, dengan melaporkan aksi penipuan yang dilakukan oleh Aista Kurnia Widyastuti bersama notarisnya .

Reporter. : M. Aris
Editor. : Rusdi
Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakMasyarakat Tionghoa Dukung Kado 100 Tahun KBS
Artikulli tjetërPendanaan KBR Perlu Dikawal Ketat

Tinggalkan Balasan