Warga binaan saat dirujuk dengan mobil tahanan.

GRESIK (Kabarjawatimur.com)– Warga Binaan Rutan Gresik bernama, Imron Andi meninggal di RS setelah empat hari dirawat di RS Ibnu Sina, Gresik.

Lebih menyesakkan lagi, di ujung hidupnya, Imron dirujuk dari rutan ke rumah sakit dengan mobil tahanan. Penyebabnya, rutan yang terletak di daerah Banjarsari itu tak memiliki ambulance yang memadai.

Menurut Karutan Gresik Aris Sakuriyadi, Imron sudah mengeluh sakit sejak Selasa (31/8). Aris menuturkan bahwa saat itu Imron mengeluh muntah dan sesak.

Pria 38 tahun itu pun sempat berobat dan dirawat di Poliklinik Rutan Gresik. “Namun, keesokan harinya sekitar pukul 12.30 WIB, sesak napasnya membera, yang bersangkutan kami rujuk ke RS Ibnu Sina,” ujar Aris.

Baca Juga  HUT TNI ke-76, Kodam Brawijaya Sediakan 15 Ribu Dosis Vaksin

Namun, pelayanan rujukan dari rutan kurang optimal. Pasalnya, pihak rutan tak memiliki mobil ambulance. Warga binaan kasus pencurian itu pun diangkut menggunakan mobil tahanan.

Ngenes, mobil yang seharusnya dibuat operasional mengantar warga binaan ke pengadilan, juga difungsikan untuk pelayanan kesehatan. Kondisinya tentu tidak ideal. Imron pun merasa semakin tak nyaman di dalam mobil tersebut.

Loading...

“Kami sudah berupaya optimal, tapi memang keterbatasan kami karena tidak memiliki ambulance, kami mohon maaf,” ujar Aris.

Sesampainya di RS Ibnu Sina, tim nakes melakukan pemeriksaan dan observasi di IGD. Imron sempat diswab dan hasilnya negatif. Malam harinya, Imron dipindahkan ke Ruang Edelwise III. Namun setelah empat hari dirawat, pada Sabtu (4/9) pukul 21.40 WIB, Imron dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga  Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia ke 76

Aris menyebutkan bahwa Imron penyakit yang diderita Imron diderita sebelum masuk ke rutan.

“Kami mengucapkan duka yang mendalam dan mohon maaf kepada pihak keluarga,” tutur Aris.

Pihak rutan lalu melakukan serah terima dengan pihak keluarga. Jenazah juga sudah dikebumikan.

”Pihak keluarga ikut mendapingi dan menunggu WBP selama dirawat di RS Ibnu Sina,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya WBP tersebut di rujuk menggunakan mobil Transpas sejenis mobil yang ada terali dan dilengkapi borgol. Selain untuk moda transportasi sidang, mobil ini juga digunakan untuk sarana pemindahan narapidana dari rutan ke lapas lain di Wilayah Jatim.(*)

Reporter: Eko

Loading...
Berita sebelumyaAdam Rusydi Sumbang 1.000 Masker di Acara Pelantikan GP Ansor
Berita berikutnyaPersiapan Ibadah Tatap Muka, Masifkan Vaksinasi di Tempat Ibadah

Tinggalkan Balasan