SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan ocehan wajib pajak yang mengatakan jika Samsat Utara Jalan Kedung Cowek Surabaya marak calo dan juga pungutan liar (Pungli) disetiap loketnya.

Akun bernama Anunk memposting pengalamannya yang mengatakan banyak pungli di Samsat Surabaya Utara Kedung Cowek yang luar biasa parah, hampir di setiap loket ada punglinya mulai 10 ribu sampai 50 ribu rupiah.

“Saya perpanjang pajak 5 tahunan sepeda motor kena pungli total keluar 100 ribu,” jelasnya, dimedia sosial, Sabtu (13/11/2021).

Anunk menjelaskan, rinciannya diloket formulir dimintai 50 ribu, diloket legalisir cek fisik 20 ribu, ditahap cek fisik kendaraan oleh petugas cek fisik juga minta 10 ribu.

Baca Juga  Niat Tulus Polisi Berpangkat Aipda ini Patut Ditiru

“Lalu, diloket verifikasi dimintai 20 ribu. Harusnya semua itu gratis dari pengalaman saya ngurus di Samsat lain,” tambah Dia.

Loading...

Lanjutnya, sebenarnya dirinya tidak masalah dengan nominalnya, cuma kasihan saja sama orang-orang kecil yang penghasilannya sudah terbatas dan sudah mau taat bayar pajak, tapi masih harus dipalaki oleh orang-orang itu.

“Tadi ada bapak-bapak tua harus pulang karena uangnya kurang yang harusnya cukup hanya buat bayar pajaknya tapi karena dipalaki petugas jadi uangnya jadi kurang,” katanya.

“Calo juga banyak berkeliaran disana. Berdasarkan review di google ternyata pungli di Samsat Kedung Cowek sudah bertahun-tahun, kemana para pengawasnya? Apa pengawasnya juga ikut main?,” tanya Anunk.

Baca Juga  AAL Kembali Dulang Mendali, Sermadatar Audrey Sabet Perak HPR Ladies 400 M Dankormar Cup

Sementara itu, ketika dikonfirmasi media ini, Dirlantas Polda Jawa Timur Kombes Pol Latief Usman mengatakan, akan melakukan penyelidikan internal terkait informasi yang beredar dan viral itu.

“Pastinya, kami akan selidiki kebenaran dan juga akan lakukan pembenahan,” pungkas Kombes Pol Latief Usman.(*)

Reporter: Eko

 

Loading...
Berita sebelumyaAAL Kembali Suntikan 188 Vaksin Sinovac Bagi Siswa SMK Al-Fudlola dan Masyarakat Porong

Tinggalkan Balasan