Direktur Rumah Advokasi Rakyat Minta Ditahun 2020 Blokir Bansos Hingga Data Diperbaharui

29
Direktur Rumah Advokasi Rakyat Minta Ditahun 2020 Blokir Bansos Hingga Data Diperbaharui

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan diminta segera membenahi data penerima program Bantuan Sosial (Bansos). Sebab perbedaan data di instansi Pemerintah fakta di Lapangan sangat timpang.

Hal itu diungkapkan Direktur Rumah Advokasi Rakyat (RAR) Risang Bima Wijaya saat mendemo Dinsos Kamis (12/12/2019). Menurut Risang, data Bansos di Bangkalan masih menggunakan data 2014 sehingga membuat Bansos berupa Program Keluarga Harapan (PKH), beras untuk warga sejahtera (rastra) ataupun bantuan pangan non-tunai (BPNT) tidak tepat sasaran. Padahal menurutnya, data Bansos bisa diperbaharui setiap 3 bulan.

Loading...

“Yang kaya dapat, yang miskin tidak pernah dapat, 2020 tidak ada Bansos tidak ada BPNT hingga datanya diperbaharui,” teriak Risang saat berorasi.

Baca Juga  Warga Sumbo Surabaya Berurusan Dengan Polisi, Ternyata Pemain Lama

Risang menuding jika Dinsos dan Pendamping PKH timnya gagal memvalidasi data kemisikinan, padahal kata Risang, anggaran verifikasi faktual data sudah disediakan sebesar 1,5 M. Bahkan menurutnya, Dinsos Bangkalan tidak berani memasang label keluarga miskin pada setiap rumah penerima PKH.

“Setiap pendamping PKH mestinya juga tau mana keluarga yang benar-benar miskin dan mampu, kalau alasannya takut, ada Satgas,” imbuhnya.

Sementara itu pihak Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan tidak memberi keterangan atau bantahan kepada demonstran. Menurut salah satu pegawai Dinsos, jajaran Kepala Dinas, Sekretaris hingga Kepala Bidang sedang tidak ada ditempat karena sedang acara di luar. (*)

Reporter: Eko

Loading...

Tinggalkan Balasan