Direktur Operasi dan Pengembangan PT Pelindo III Kena OTT

12
Pencarian berkas untuk mendukung dokumen terkait operasi tangkap tangan pungli dwelingtime

*Kasus Pungli Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Perak

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Direktur Operasi dan Pengembangan PT Pelindo III Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rahmad Satria, diamankan Satgas Dwelling Time gabungan antara Satgas Saber Pungli Mabes Polri, Polda Jawa Timur dan Satgas Saber Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Operasi Tangkap Tangan ( OTT ) dalam kasus pungli di Pelabuhan Tanjung Perak.

Dari Informasi yang berhasil dihimpun, penangkapan mantan Direktur Terminal Petikemas Surabaya (TPS ) ini berawal dari penangkapan Direktur PT Ankara berinisial AH se Minggu yang lalu. Sedangkan Selasa (01/11/2016) siang, Rahmad Satria ditangkap Satgas dwelling Time gabungan antara Satgas Saber Pungli Mabes Polri, Polda Jawa Timur dan Satgas Saber Polres Pelabuhan Tanjung Perak di kantornya dengan barang bukti beberapa dokumen aliran dana yang masuk.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Takdir Mattanete, “Petugas mengamankan salah satu Direktur Pelindo III, terkait kasus pungli Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Perak,” ungkapnya kepada kabarjawatimur.com di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Selasa (01/11/2016) .

Baca Juga  Road Show Hakordia 2022, KPK Ajak Pejabat Jatim Penguatan Komitnen Anti Korupsi

Takdir menjelaskan, dugaan pungli tersebut terjadi ketika pada proses pemeriksaan kontainer yang masuk di Terminal Petikemas Surabaya. Dimana, ada beberapa kontainer milik Importir yang tidak diperiksa oleh PT Ankara selaku petugas pemeriksaan dan yang melakukan bongkar muat ini melakukan pungli

Loading...

“Dugaan pungli tersebut terjadi, kontainer milik importir yang tidak diperiksa oleh PT Ankara selaku petugas pemeriksaan dengan syarat setiap kontainer harus membayar Rp 500 ribu rupiah sampai Rp 2 juta rupiah perkontainernya,” jelas Takdir.

Oleh PT Ankara, lanjut Takdir, uang hasil pungutan tersebut kemudian disetorkan kepada Dirut Operasional PT Pelindo III Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. “Dari hasil pungutan itu, mereka mendapatkan Rp 5 sampai Rp 6 milliar rupiah selama setiap bulannya,” kata AKBP Takdir.

Baca Juga  Topi Bangsa Desak Polres Jember Transparan Proses Hukum Oknum Anggota Terlibat Narkoba

Menurut Takdir, praktek pungli ini sebenarnya sudah lama yakni sejak 2004, sejak Rahmad Satri menjabat sebagai Direktur PT. TPS Surabaya. Dan PT. Ankara ini juga ada kaitanya dengan pihak Karantina yang melakukan pemeriksaan terhadap kontainer-kontainer impor hortikultura.

“Kami masih mendalaminya,” imbuh Takdir.

Pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polres Tanjung Perak Surabaya. Dimana petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. “Namun tidak menutup kemungkinan bahwa dalam kasus ini akan ada tersangka lain,” tutupnya.

Dari Informasi yang diproleh kabarjawatimur.com, hubungan antara PT. Ankara dengan Rahmas Satria ini cukup lama, sebelum Rahmat Satria menjabat Direktur PT. TPS, bahkan yang memasukan PT. Ankara ini kedalam perusahaan bongkar muat dan pemeriksaan barang impor ini adalah Rahmad Satria saat menjadi Direktur PT. TPS.

Penulis : Ekoyono, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakRumah Kos Ludes Terbakar
Artikulli tjetërTerlilit Utang, Rampas Laptop dan Tikam Tetangga

Tinggalkan Balasan