SURABAYA (Kabarjawatimur.com)-Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mempunyai jurus jitu untuk mencegah anak terlahir stunting di Kota Pahlawan. Tiga cara preventif yang bisa dilakukan itu yakni, memberikan tablet Zat Besi (Fe), Pranikah bagi Calon Pengantin (Catin) dan pemantauan gizi ibu hamil hingga pasca melahirkan.

Kepala Dinkes Kota Surabaya, Febria Rachmanita menjelaskan tiga cara pencegahan anak terlahir stunting. Pertama adalah memberikan tablet Zat Besi (Fe) penambah darah pada remaja putri. Pemberian tablet FE ini penting untuk menjaga kesehatan reproduksi remaja putri. Tablet ini bisa didapatkan di seluruh Puskesmas di Surabaya.

“Karena, ketika remaja putri menstruasi akan mengalami kekurangan Zat Besi. Oleh sebab itu, selain mengkonsumsi tablet FE, remaja putri juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan vitamin,” kata Febria, Minggu (17/10/2021).

Baca Juga  Pencuri NMAX ini Warga Banyu Urip Lor Surabaya
Loading...

Sedangkan strategi kedua adalah Pranikah bagi Calon Pengantin (Catin). Setelah remaja putri beranjak dewasa dan akan melaksanakan pernikahan, Dinkes Surabaya bekerjasama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) memberikan Pendidikan Pranikah bagi Calon Pengantin (Catin).

Karna menurutnya, orang yang akan menikah harus memahami Pendidikan pranikah. Seperti melakukan pengecekan terhadap Kesehatan pasangan masing – masing. Umumnya, yang di perhatikan dalam pengecekan di laboratorium adalah HIV,Thalassemia, serta Pendidikan untuk calon ibu hamil mengenai Air Susu Ibu (ASI).

“Pendampingan itu mulai dari pemberian asupan gizi saat hamil dan menyusui harus dipantau. Biasanya kan ada keengganan atau kurang percaya diri Ibu untuk memberikan ASI kepada anaknya, padahal ASI itu penting untuk pertumbuhan anak dan mencegah stunting,” ujar Febria.

Baca Juga  Polda Jatim Datangi Rumah Atlet Asal Tuban, Ini Sebabnya.?

Ia juga menyampaikan, bahwa pemberian ASI pasca melahirkan adalah sekitar 6 bulan. Febri juga tidak menyarankan pemberian susu bubuk instan, karena menurutnya 78 persen kandungan gizi ASI jauh lebih bagus untuk anak. (*)

Reporter : Gita Tamarin

Loading...
Berita sebelumyaJambret Kupang Jaya Dibekuk Polisi, Pelaku 5 Orang
Berita berikutnyaMilenial Pamer Gaya Trik ‘Bending’ Vape, Netizen: Seperti Ubur-ubur

Tinggalkan Balasan