Dinilai Tak Netral, Wali Kota Surabaya Dilaporkan ke Bawaslu

2740
Laporan advokat ke Bawaslu
Advokat pendukung Machfud Arifin-Mujiaman saat melaporkan dugaan adanya pelanggaran Wali Kota Surabaya ke Bawaslu Kota Surabaya

SURABAYA (kabarjawatimur.com) Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya kedatangan Tim Advokat pendukung Paslon Nomor Urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman. Kedatangan Tim Adviokat yang diwakili, Purwanto itu untuk mengadukan dugaan pelanggaran yang dilakukan paslon nomer urut 1, Eri Cahyadi-Armuji.

“Kami dari tim advokasi pendukung pasangan nomor urut dua mengadukan pelanggaran norma yang dilakukan oleh Bu Risma selaku ASN pejabat publik, wali kota dan pak Adi Sutarwijono selaku ketua tim kampanye nomor urut satu. Terhadap pemasangan baliho, backdrop yang di jalan,” kata Purwanto, kepada wartawan di kantor Bawaslu Kota Surabaya, Rabu (30/9).

Purwanto menyebut kedatangan ke Bawaslu melaporkan Wali Kota Surabaya Tri Rismahari yang dinilai tidak netral dalam Pilwali. Termasuk melaporkan serta mempersoalkan adanya banner Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang muncul banner di Paslon Nomor Urut 1.

Dikatakan, ada bebera pelanggaran yang yang dilakukan oleh Paslon nomer 1 dan Wali Kota Surabya Tri Rismaharini. Namun belum ditindak oleh Bawaslu Surabaya seperti saat deklarasi terima rekom, di ruang publik milik pemerintah yakni di Taman Harmoni. Termasuk melakukan orasi politik dimana yang bersangkutan waktu itu pada jam kerja namun menggunakanpakai baju partai dan informasinya saat kampanye tidak sedang ijin cuti.

Baca Juga  Refleksi Hardiknas 2022, Pemkab Bojonegoro Sambut Pemulihan dan Bergerak Untuk Merdeka Belajar

Menurut dia disitu gunakan jabatannya sebagai wali kota. “Ini yang menjadi persoalan dan belum mengundurkan diri. Kalau dia jadi juru kampanye dari pasangan nomor urut 1 mengundurkan diri dulu,” tegas Purwanto.

Loading...

Pihaknya juga mensayangkan adanya penggunaan fasilitas KBS untuk pengumpilan massa deklarasi paslon Er-Ji dan kampanye politik.  “Dan turnamen Armuji tanpa ijin, serta orasi politik  Armuji  tanpa memenuhi protokol kesehatan dan Penggunaan odong-odomg di jalan raya tanpa ijin untuk keliling promosikn Eri-Armuji,” terangnya.

Menurut Purwanto laporan ke Bawaslu dilakukan karena tak etis ketika masih menjabat wali kota dan tidak independen. “Jelas tidak sejalan dengan kehidupan demokrasi Indonesia. Jadi itu yang kita laporkan, kita adukan nanti terserah dari Bawaslu,” urainya.

Pihaknya juga menyertakan bukti foto baliho Risma. Dan Youtube mengenai aktivitas kampanye Armuji yang diduga melanggar.

Baca Juga  Polisi Bekuk Pria Pengedar di Royal Residence Wiyung Surabaya

Laporan ini diakui atas inisiatif para advokat yang mendukung MA-Mujiaman. Karena pihaknya ingin agar Pilwali di Surabaya ini berjalan bersih dan sesuai aturan yang ada. Termasuk tidak diwarnai kecurangan dan pelanggaran yang menciderai proses demokrasi.

“Sebagai pejabat bu Risma harusnya memberikan pendidikan politik yang baik. Tentunya dengan menghadirkan pesta demokrasi yang jujur, bersih dan mengikuti aturan yang ada, bukan malah selalu menyalahi aturan yang ada,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Hadi Margo Sambodo membenarkan pihaknya telah menerima adanya pelaporan yang pointnya menyoal netralitas wali kota Surabaya. “Bawaslu menerima seluruh laporan yang ada dengan kelengkapan barang bukti serta alat bukti yang mereka lampirkan. Itu juga perlu kami lakukan penelusuran. Apakah ini terkait unsur pelanggaran atau tidak,” katanya.

Pihaknya akan menindak lanjuti dengan menggelar rapat pleno.Untuk memastikan apakah hal itu masuk dalam pelanggarna atau tidak.  (KJT1/Red)

 

Loading...
Artikulli paraprakCatatan Kejahatan Dua Pria Banyu Urip Wetan Surabaya yang Ditembak Polisi
Artikulli tjetërAlumni Teknik Sipil ITAT Surabaya 4 Dekade Dukung Armuji Lanjutkan Program Risma

Tinggalkan Balasan