Dinas PUTR Gresik Targetkan 4 Tahun Kali Lamong Rampung 50 Persen

1
Kepala Dinas PUTR Gresik Achmad Hadi didampingi Ketua KWG Syuhud Almanfaluty saat ngobrol santai disertai sesi tanya jawab.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik menargetkan dalam tempo 4 tahun pemerintahan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah, penanganan Kali Lamong akan rampung 50 persen

Hal ini disampaikan Kepala Dinas PUTR Gresik Achmad Hadi saat ngobrol santai dengan pengurus Komunitas Wartawan Gresik (KWG) di Ballroom salah satu Hotel di GKB Gresik, Jumat (14/1/2022).

Diketahui, total panjang Kali Lamong yang sedang digarap saat ini sekitar 58 kilometer. Dengan target 50 persen tersebut, maka akan menuntaskan sekitar 29 kilometer. Proyek ini dikerjakan bersama Balai Besar Wilayah Solo (BBWS), Dinas PUTR, Dinas Pertahanan dan dibantu pihak ketiga.

Beberapa langkah agar Kali Lamong tidak kembali meluap pada musim hujan, antara lain dengan melakukan pengerukan dan perbaikan tanggul di Kali Lamong dan Anak Kali Lamong.

“Alhamdulilah hasilnya cukup bagus, pasca adanya penanggulan dan pengerukan saat Kali Lamong meluap kemarin durasinya tak lama. Jadi cepat surut,” ujarnya.

Baca Juga  Siswa SD Al Muslim Memperingati Hari Pohon

Hadi menjelaskan, untuk penanggulan atau pembuatan parapet dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2021, telah dilakukan penanggulan sepanjang 1,5 km di wilayah Kecamatan Cerme, seperti di Desa Jono dan sekitarnya.

“Untuk parapet atau penanggulan di Desa Jono dan sekitarnya ada anggaran dari BBWS sebesar 98 miliar setelah lelang dari pagu Rp 100 miliar di tahun 2021. Tentunya, lahan yang akan ditanggul setelah dibebaskan lahannya oleh Pemkab Gresik,” ujarnya.

Loading...

Selanjutnya untuk pengerukan dengan mengambil sedimentasi di Kali Lamong telah dilakukan DPUTR. Mulai Kecamatan Cerme, Benjeng dan Bolongpanggang, dengan kontraktual maupun swakelala. Termasuk, ada bantuan dari pihak ketiga dari CSR.

“Ini terus akan kami lakukan secara bertahap menyesuaikan anggaran. DPUTR sambil menunggu anggaran akan tangani yang krusial, sport-sport yang dianggap paling rawan menyebabkan air meluap ,” terrangnya

Baca Juga  Sebulan Polisi Banyuwangi Ungkap 8 Kasus Pencabulan

Hadi menyebutkan, untuk tahun 2022 DPUTR memiliki alokasi anggaran Rp 11 miliar untuk penanganan Kali Lamong. Anggaran itu diantaranya akan digunakan untuk melanjutkan pengerukan.

Kemudian, di Dinas Pertanahan (Distan) di tahun 2022 ada anggaran pembebasan lahan untuk penanganan Kali Lamong sebesar Rp 61 miliar.

“Mengingat Distan pada Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru gabung dengan DPUTR maka pembebasan lahan nanti ditangani DPUTR,” paparnya.

Hadi mengaku belum tahu berapa alokasi anggaran yang akan diberikan Kementerian PUTR untuk penanganan Kali Lamong di tahun 2022. Dia berharap anggaran yang diberikan lebih besar dari tahun 2021, sehingga penanganannya bisa lebih cepat.

“Saat ini, kami belum tahu berapa anggaran yang diberikan. Tapi pemerintah pusat itu sewaktu-waktu bisa lakukan pergeseran atau pengalian anggaran. Mudah-mudahan dapat tambahan besar untuk Kali Lamong,” harapnya. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...
Berita sebelumyaDua Truk Gandeng Rem Blong Tabrak 5 Bangunan 3 Warga jadi Korban
Berita berikutnyaPemkab Lamongan Raih Penghargaan  Pembina K3 Terbaik ke 7 Dari Gubernur Jatim

Tinggalkan Balasan