Kadispendik Kota Surabaya, Supomo.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)- Kota Surabaya memasuki PPKM Level 3 dan berada pada zona kuning. Sekolah-sekolah juga mulai merencanakan untuk pembelajaran tatap muka (PTM), meski dengan kuota yang dibatasi.

Menuju PTM itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya kembali mengingatkan kepada seluruh kepala sekolah agar tidak memaksakan wali murid membeli seragam melalui koperasi sekolah.

Hal tersebut telah diatur dalam Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Supomo mengatakan, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi sebelumnya juga sudah mengingatkan kepala sekolah agar tidak memaksakan wali murid untuk membeli seragam.

Baca Juga  Kecelakaan di Tol Jombang Vanessa Angel dan Suami Meninngal Dunia

Faktanya di lapangan, masih ditemukan warga yang merasa dipaksa untuk membeli seragam sekolah dan merasa terbebani lebih-lebih dalam massa pandemi ini.

Loading...

“Kami dari Dinas Pendidikan juga sudah mengingatkan kepada kepala sekolah untuk tidak memaksakan, tidak mengharuskan dan tidak mewajibkan siswa atau wali murid membeli seragam baru,” jelas Supomo, Jum’at (3/9/2021).

Masih kata Supomo, peserta didik masih bisa menggunakan seragam sebelumnya. Atau, jika siswa tersebut naik dari jenjang SD ke SMP pun masih bisa menggunakan seragam dari kakak atau saudaranya.

“Murid-murid dapat gunakan baju yang sudah ada. Atau mungkin gunakan baju punya kakaknya atau saudaranya yang masih bisa dipakai, pada prinsipnya seperti itu,” tambah dia.

Baca Juga  Disiplin Pegawai Menurun, Fraksi PKB Dorong Pemkab Bangkalan Gunakan Presensi Elektronik

Kadispendik juga menambahkan, untuk sekolah-sekolah, khususnya negeri, akan ditutup penjualan seragam-seragamnya.

Supomo menyebut, bahwa peserta didik memang membeli atribut untuk seragam di koperasi sekolah. Namun, karena timbul permasalahan, maka untuk saat ini penjualan seragam di koperasi sekolah ditutup sementara untuk dilakukan evaluasi.

“Kita larang mereka menjual. Nanti kita akan lakukan evaluasi sebenarnya persoalannya dimana,” pungkas Supomo.(*)

Reporter: Eko

Loading...
Berita sebelumyaDuh! Pria ini Tak Takut Gasak Motor Beat Meski Disorot CCTV
Berita berikutnyaMayapada Group Salurkan Ratusan Paket Sembako pada Pemkot Surabaya

Tinggalkan Balasan