Dinas Kesehatan Surabaya Tangani HIV Secara Maksimal

64
pemeriksaan HIV Di Kantor Sat Pol PP

SURABAYA (kabarjawatimur.com) Razia yang dilakukan oleh Sat Pol PP Surabaya terkait dengan penyebaran HIV, sudah kerap dan rutin dilakukan oleh Puskesmas dengan Dinas Kesehatan Surabaya.

Program bebas HIV yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Surabaya dilakukan disemua tempat mencakup tempat hiburan malam antara lain diskotik, cafe dewasa yang menyediakan wanita malam, terapis pitrad dan SPA.

Seperti halnya di Pijat Tradisional atau SPA, Dinas Kesehatan Surabaya yang diwakili oleh beberapa Puskesmas di Surabaya melakukan pemeriksaan secara rutin.

Pemeriksaan rutin yang dilakukan 3 bulan sekali di tiap panti pijat kepada semua panti Pijat se Surabaya dipastikan sudah dilakukan.

Namun untuk tempat hiburan malam dengan jam aktifitas dimulai pada malam hari dan tutup pada dini hari, pihak Dinas Kesehatan Surabaya dan Puskesmas kesulitan untuk melakukan pemeriksaan karena bukan jam kerja.

Kinerja Dinas Kesehatan Surabaya sudah dilakukan semaksimal mungkin, namun bila dila dicermati dengan adanya razia pemeriksaan tes HIV yang dilakukan oleh Sat Pol PP Surabaya, bisa dikatakan meragukan kinerja Dinas Kesehatan Surabaya.

Baca Juga  Soal Solar di Tuban, Ternyata SPBU Wilayah Pantura Cover Nelayan dan Pertanian

Hal tersebut pernah dilontarkan oleh salah satu petugas Heri selaku staf Dinas Kesehatan Surabaya yang bertugas untuk memeriksa para terapis beberapa waktu lalu.

Heri mengatakan pihaknya tidak tebang pilih untuk melakukan pemeriksaan tes HIV kepada para terapis yang berada di tempat usaha jasa Kesehatan dan Kecantikan (Pitrad dan SPA) kecil hingga yang besar.

“Dari hasil pemeriksaan yag dilakukan oleh Dinas Kesehatan Surabaya akan dilaporkan ke instansi terkait, bila sudah masing-masing terapis memiliki STPT maka dikatakan di legalkan untuk bekerja menjadi terapis,” ujar Heri beberapa pekan yang lalu saat melakukan tes persyaratan STPT di Pitrad wilayah Surabaya Timur.

Loading...

Senada yang dilontarkan oleh petugas puskesmas Putat Jaya didampinggi petugas Dinas Kesehatan Surabaya saat melakukan Laporan Test VCT AntiBodi (tes HIV) disalah satu pijat tradisional di Surabaya timur.

Pemeriksaan rutin yang dipimpin oleh Kepala Puskesmas Putat Jaya Dr. Loilita Riamawati dilakukan pada Agustus 2016 didukung penuh oleh pengelolah usaha jasa dan kesehatan serta terapisnya.

Baca Juga  Peringati Pengabdian 30 Tahun Akabri 1992, Atase Pertahanan RI Riyath Brigjen TNI  Putut Witjaksono Hadi Gelar Bhaksos

Dr Loilita Riamawati juga menambahkan, Dinas Kesehatan Surabaya menugaskan secara acak kepada beberapa Puskesmas untuk melakukan tes HIV di wilayah meski bukan diwilayahnya, bertujuan untuk tidak terjadi permainan antara Dinas Kesehatan Surabaya dengan para usaha jasa ksehatan dan kecantikan.

“Memang kita dari puskesmas Putat Jaya namun di tugaskan di sekitaran Gubeng, agar tidak ada permainan dan memberikan data sebenarnya,” ujar Loilita.

Masih dalam perbincangan terhadap petugas Dinas Kesehatan Surabaya dan Puskesmas Putat Jaya, mereka mengakui kadang selama pemeriksaan tes HIV atau Laporan Test VCT Antibodi kepada usaha jasa kesehatan dan kecantikan (Pitrad dan SPA) yang tergolong mewah seperti halnya di perhotel kelas bintang kerap kesulitan dan mendapatkan perlawanan.

“Kalau usaha yang kecil-kecil mereka (para terapis) dengan senang hati untuk dilakukan tes tapi yang kelas-kelas mewah malah banyak menolak, kalau kita paksa pun ternyata dibelakangnya ada yang membakinggi,” ujar salah satu petugas Puskesmas Putat Jaya yang tidak berkenan disebut namanya.

Reporter : Rusdi, Editor : Budi, Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakTerapis Pijat Diperiksa HIV Oleh Sat Pol PP
Artikulli tjetërBosan Jadi Tukang Gali Kubur Pilih Jualan Sabu

Tinggalkan Balasan