Dikhawatirkan Mengamuk,Seorang Pemuda Gila Diamankan

13

BOJONEGORO(kabarjawatimur.com),-Seorang pemuda berinisial DK (22), warga Desa Beji Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro, yang diketahui mengindap gangguan jiwa, pada Minggu (04/05/2017) pagi hari sekira pukul 03.30 WIB, dilaporkan mengamuk.

Guna menghindarai hal-hal yang tidak diinginkan, jajaran Kepolisian Sektor Kedewan Polres Bojonegoro bersama anggota Koramil dan Satpol PP Kecamatan Kedewan, mengamankan pemuda tersebut yang selanjutnya dibawa ke rumah sakit, guna mendapatkan pengobatan.

Sebagaimana disampaikan Kapolsek Kedewan Polres Bojonegoro, AKP Sukirman, bahwa pada Senin (27/02/2017) lalu, DK didapati menyerang ayah kandungnya sendiri, Tulus (57), dengan cara mencekik leher sang ayah. Saat itu, DK berhasil diamankan oleh anggota Polsek Kedewan bersama tiga pilar dan dengan didampingi kedua orang-tuanya.

Baca Juga  Pesta Miras Dalam Pernikahan Tiga Tewas, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

“Selanjutnya DK dibawa ke salah satu pondok pesantren di wilayah Kecamatan Dander, guna mendapatkan pengobatan.” ungkap Kapolsek.

Loading...

Masih menurut Kapolsek, pada Sabtu (25/03/2017) lalu, DK didapati kembali mengamuk, hingga para tetangga warga sekitar tempat tinggal DK ketakutan. Untuk kedua kalinya, jajaran Polsek Kedewan Polres Bojonegoro bersama tiga pilar, mengamankan DK, yang selanjutnya berdasarkan hasil kesepakatan antara keluarga, 3 pilar, petugas Puskesmas dan warga desa setempat, setelah melalui kesepakatan bersama, akhirnya DK dibawa ke rumah sakit Bojonegoro.

“DK dibawa ke rumah sakit, guna mendapatkan pemeriksaan awal berkaitan dengan kejiwaan serta kesehatannya.” lanjut Kapolsek
Dan untuk ketiga kalinya, pada Minggu (04/05/2017) sekira pukul 03.30 WIB pagi hari tadi, DK dilaporkan kembali mengamuk sehingga harus kembali diamankan.

Baca Juga  Binda Korwil Jember Dampingi Dinas Kesehatan Kejar Capaian Vaksinasi Dosis 2 dan Boster

“Setelah polisi berkoordinasi dengan Muspika dan Kepala Desa setempat, selanjutnya dimintakan rekomendasi dari dokter puskesmas setempat untuk di rujuk ke RSJ Kalitidu.” imbuh Kapolsek.

Mengingat DK diketahui beberapa kali mengamuk, warga sekitar, kepala desa dan muspika setempat, menyarankan kepada keluarga DK, untuk membawa ke RSJ, yang penanganannya khusus, misalnya di Surabaya atau di tempat lain, yang penangannya lebih intensif.

“Warga kawatir, jika DK kambuh bisa membahayakan baik dirinya sendiri, keluarganya maupun warga sekitar,” pungkas Kapolsek.

Reporter : Agus/Hum
Editor : Budi
Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakLupa Tidak Dipadamkan, Dapur Mbok Sinduk Hampir Ludes Terbakar
Artikulli tjetërADD Dan DD Harus Fokus Pada Pemberdayaan Masyarakat

Tinggalkan Balasan