Diduga Terlalu Keras Digembleng Pelatih, Calon Anggota PSHT Meregang Nyawa

Ilustrasi

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Demi menjadi anggota perguruan silat, seorang siswa SMA di Jember meregang nyawa. Siswa tersebut adalah calon anggota Perguruan Silat Setia Hati Terate (PSHT) Jember.

Saat itu korban sedang mengikuti gemblengan keras agar bisa ikut dilantik sebagai warga PSHT Jember.

Tak lama kemudian korban tiba-tiba pingsan. Para pelatih dan peserta latihan PSHT kemudian berusaha memberikan pertolongan, lainnya bermaksud membantu dengan membawa korban ke Puskesmas terdekat.

Namun nahas saat dalam perjalanan menuju puskesmas, korban menghembuskan nafas terakhirnya. Hingga berita ini ditulis belum diketahui penyebab kematian korban.

Namun meski korban meninggal, pihak keluarga menerimanya sebagai musibah, dan enggan untuk dilakukan proses autopsi.

“Korban statusnya masih pelajar SMA, dugaan kematian tidak tahu, kita tidak bisa menduga-duga,” kata Kapolsek Tempurejo AKP M. Zuhri saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Kamis (10/6/2021) malam.

Zuhri menjelaskan, korban diketahui sebelum meninggal, sedang mengikuti prosesi latihan silat di salah satu rumah warga Kecamatan Tempurejo.

Kegiatan latihan silat itu, kata Mantan Kapolsek Panti ini, dilakukan pada Rabu malam (9/8/2021) kemarin.

“Latihan (silat itu) kurang lebih (sekitar) jam 9 malam. Latihan, Istirahat, Latihan lagi. Total 3 jam latihan. Kemudian (korban) pingsan itu,” katanya.

Loading...

Saat diketahui pingsan, lanjutnya, korban mendapat pertolongan dari rekan-rekannya se perguruan silat. Bermaksud untuk dibawa ke Puskesmas terdekat.

“Latihan bela diri (saat itu), bersama pelatih, siswa, dan temannya. Saat latihan pingsan, dan (bermaksud) dibawa ke puskesmas. Tapi saat perjalanan (ke puskesmas) meninggal. Korban waktu itu diantar menggunakan motor,” jelasnya.

Menyikapi kematian korban, pihak keluarga enggan meneruskannya ke proses autopsi. Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai sebuah musibah.

“Karena pihak keluarga menerima kematian korban. Tidak menghendaki kasus ditindaklanjuti secara hukum, ataupun dilakukan autopsi. Korban (jenis kelamin) laki-laki. Dibuktikan dengan menulis surat pernyataan bermaterai,” katanya.

Berdasarkan penulusuran, diketahui korban bernama Farhat Ariansyah (18), warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Tempurejo. Sedangkan lokasi latihan di halaman rumah warga di Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Tempurejo.

Saat itu ada 4 orang yang mengikuti latihan. Dengan 3 orang pelatih. Dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Awalnya adalah pemanasan dan lari – lari kecil.

Kemudian pada pukul 21.00 WIB, latihan dilanjutkan dengan teknik tendangan. Selanjutnya pada pukul 22.00 WIB mereka beristirahat. Sekitar pukul 23.00 WIB latihan dilanjutkan dengan teknik tinggi. Sekitar pukul 23.30 WIB korban tiba-tiba pingsan.

“Latihan itu adalah untuk melantik korban, sebagai (anggota baru) warga PSHT. Tapi belum dilantik, korban meninggal,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaWakil Ketua Komisi III Adies Kadir Pimpin Pertemuan dengan Kapolda dan Kajati Kaltim
Berita berikutnyaDi Swab, Ketua DPRD Surabaya Diketahui Positif Covid-19

Tinggalkan Balasan