Diduga Lalai, Keluarga Pasien Segel Puskesmas di Sampang

21
Keluarga pasien segel Pustu

SAMPANG, (Kabarjawatimur.com) – Diduga akibat kelalaian Petugas Kesehatan yang ada di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang mengundang reaksi keras dari pihak keluarga pasien sehingga dilakukan penyegelan atau ditutup.

Pasalnya Diana Ahdad yang biasa di panggil Annissa, berusia 12 tahun anak dari Kholik dan Maniseh harus meregang nyawa di ruangan Pustu tersebut tanpa ada petugas atau perawat yang menjaga sehingga menyebabkan pasien meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.

Kholik orang tua korban menuturkan, jika anaknya di bawa ke Pustu untuk berobat sehingga dilakukan rawat inap namun selama 24 jam petugasnya tidak standby di lokasi hanya sekedar memeriksa pasien dan pulang.

Baca Juga  Ratusan Motor Hasil Curian Ngandang di Polda Jatim

“Sebelum meninggal, petugas tersebut datang dan melakukan penyuntikan terhadap anak saya kemudian pulang tanpa ada petugas lain yang menemani pasien, kendati demikian selepas 2 jam kemudian kulit pasien memar dan keluar bintik-bintik biru dan kritis kemudian meninggal,” tuturnya, Rabu (27/1/2020).

Loading...

Domiri selaku kepala Pustu Gunung Maddah membenarkan, bahwa dirinya tidak ada di tempat ketika pasien sedang kritis sampai meninggal.

Domiri meminta maaf atas segala sikap dan perbuatan yang membuat keluarga pasien kecewa.

“Saya minta maaf mas, atas semua ini,mulai kemarin memang pasien ini masuk ke PUSTU, hingga hari ini meninggal, kami sudah melakukan tindakan dengan sesuai dengan tugas saya,” jelasnya.

Baca Juga  Nelayan Jatim Serukan Dukungan untuk Erick Thohir Pimpin Indonesia

Menurutnya, dirinya mulai Selasa sering pulang hingga datang terlambat, namun dirinya langsung melakukan tindakan terhadap pasien sesuai pelayanan yang ada.

Selanjutnya, menurut Maskur selaku keluarga korban, bahwa pelayanan yang di lakukan pihak Pustu harus diusut tuntas karna akibat kelalaiannya menyebabkan pasien meninggal.

“Saya sangat kecewa mas dengan petugas disini yang tidak melayani pasien secara maksimal, masak di periksa lalu di tinggal pulang,” tuturnya.

Akibat dugaan lalai itu, menjadikan pasien meninggal tanpa karena tanpa ada petugas yang memantau pasien dan atas keteledoran petugas dalam melayani tanpa memperhatikan kesehatan pasien.(*)

Reporter : Hari

Loading...
Artikulli paraprakPuluhan Pencuri Kotak Amal Untuk Pesta Sabu di Pamekasan, Dibekuk
Artikulli tjetërSidang Gugatan di MK, Tim Kuasa Hukum Yusuf-Riza Optimis 

Tinggalkan Balasan