Diduga Keluarkan Putusan Palsu, Hakim di Malang Dilaporkan ke Mabes

101

MALANG (kabarjawatimur.com) Diduga keluarkan putusan sidang palsu, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang dilaporkan ke Mabes Polri.  Kasus ini berawal dari diterbitkannya putusan yang di duga palsu,bernomor : 245/Pi.B/2016/PN.Mlg dikeluarkan tanggal 15 Juni 2016.

Dimana dalam putusan itu mensidangkan kasus penipuan dengan terdakwa Tonny Hendrawan Tanjung alias Apeng. Pada putusan tersebut, tiga hakim masing-masing; Sumino SH , sebagai Hakim Ketua dan Rigment Situmorang,serta Ratna Mutia Rinanti sebagai anggota dimana majelis hakim telah menjatuhkan vonis maksimal yakni tiga tahun penjara kepada terdakwa.

Sumardhan SH , kuasa hukum Apeng pada kabarjawatimur.com mengungkapkan, dugaan adanya putusan sidang palsu ini bermula dari keluarnya putusan dimana didalam amar putusannya mencantumkan saksi bernama,Prasetyo T Wirohardjo,

“Anehnya dalam amar putusannya ini, hakim secara sengaja mencantumkan nama keterangan saksi atas nama Prasetyo T Wirohardjo.. Dimana dalam putusan dihalaman 14 disebutkan kalau yang bersangkutan ( Prasetyo T Wirohardjo,Red) ini sebagai saksi dalam persidangan kasus penipuan dengan terdakwa Tonny Hendrawan Tanjung alias Apeng. Padahal yang bersangkutan tidak pernah merasa dipanggil ataupun dimintai keterangannya sebagai saksi di persidangan,” ungkap Sumardhan SH, Kamis (22/12/2016).

Baca Juga  Begal Bersajam Pedang, Pilih Harta Atau Nyawa

Pihaknya merasa aneh jika sampai majelis hakim teledor dalam membacakan isi putusannya. Dimana Prasetyo T Wirohardjo diakui merupakan saksi pokok karena kliennya akan membeli sebidang rumah milik saksi.

Loading...

“Pada kalimat lain dalam putusan juga dicantumkan, saksi seolah-olah dikonfrontir dengan terdakwa, padahal dari keterangannya tidak pernah hadir,” terang Sumardhan.

Atas dasar itu, pihaknya kemudian melakukan perlawanan dan melaporkan kasus ini ke Mahkamah Agung ( MA),hingga kemudian Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia kemudian turun ke PN Malang.

“Ada tujuh pertanyaan seputar laporan pengaduan saya, dan Badan Pengawas juga meminta sejumlah bukti atas aduan saya ini,”terang Sumardhana.

Dikatakan, selain dirinya Tim Pemeriksa juga meminta keterangan Panitera, Jaksa Penuntut Umum, serta Majelis Hakim yang terlibat dalam persidangan kasus tersebut. Dan saat ini pihaknya tengah menunggu hasil keputusan Kasasi Mahkamah Agung atas perkara ini berdasarkan pemeriksaan Badan Pengawas.

Baca Juga  Jajal Mobil Listrik, Bupati Jember Merasa Nyaman

Setelah itu, pihaknya akan melaporkan ketiga majelis hakim atas pelanggaran Pasal 166 ayat 1 KUHP terkait pemalsuan akta otentik. “Kita tunggu putusan Kasasi dulu, ini menyangkut pemalsuan akta otentik,” tandasnya.

Sementara itu Rigment Situmorang, salah satu anggota majelis hakim yang juga Humas PN Kota Malang enggan berkomentar banyak.”Apa yang harus dikomentari, biar saja kasusnya berjalan,” jawab Rigment  usai memimpin persidangan di salah satu ruang sidang PN Kota Malang.

Reporter: Mas Aris, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

 

Loading...
Artikulli paraprakDemi Cinta, Menikah dengan Tahanan
Artikulli tjetërCuri Burung, Dua Pengamen Tertangkap

Tinggalkan Balasan