Diduga Ilegal, Omzet Jamu Tradisional Capai Rp. 75 Juta per Hari

924
Pabrik Jamu Tawon klanceng diberi Police Line

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Jamu tradisional merk Tawon Klanceng, yang diproduksi oleh CV Putri Husada diketahui beromzet hingga Rp. 75 juta per hari.

“Merk tawon klanceng yang kita amankan ada 12.000 botol dan sudah dikemas menjadi 1.000 kardus,” ungkap Kanit II Subdit I Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dit Tipidter) Bareskrim Mabes Polri, AKBP Gede Suyasa, ketika di Mapolsek Muncar, pada Sabtu (12/10/2019) kemarin.

Menurutnya, jamu yang diamankan di CV Putri Husada milik Bambang, yang beralamat di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi itu adalah hasil produksi sehari.

“Harga jual per kardusnya yaitu Rp. 75 ribu. Jadi tinggal dikalikan saja berapa omzet per harinya,” jelasnya.

Loading...
Baca Juga  Selain Barbershop, Pria ini Juga Punya Kerja Sampingan

AKBP Gede Suyasa menjelaskan, kedatangan tim Mabes Polri dalam pengungkapan jamu tradisional yang diduga ilegal ini merupakan adanya laporan dari masyarakat. Ketika diperiksa, lanjutnya, pemilik jamu merk tawon klanceng mengaku sudah beroperasi sejak lima bulan yang lalu.

“Dulu jamu merk tawon klanceng ini sudah ditutup sekitar tahun 2013 oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), itu karena tidak sesuai dengan BPOM,” tegasnya.

Sementara itu, di Banyuwangi sendiri tim Bareskrim Mabes Polri sudah mengamankan dua merk jamu tradisional yang diduga ilegal, diantaranya Raja Tawon dan Tawon Klanceng.

“Kini yang kami periksa masih merk Tawon Klancengnya. Untuk pemeriksaan awal, ada 7 saksi bersama pemiliknya masih kami periksa saat ini. Dan untuk Raja Tawon pemiliknya tidak ada di tempat. Saat ini pemilik masih dalam proses pencarian,” pungkasnya. (*)

Baca Juga  RAP Pembangunan Jembatan, Berikut Penjelasan Dana Dusun Jubellor

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprak[Breaking News] Polisi OTT Staf Pasar Blega- Bangkalan
Artikulli tjetërOTT Pasar Blega: 6 Orang Diperiksa

Tinggalkan Balasan