Lapas Kelas II A Jember

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Pasca diungkapnya kebobrokan-kebobrokan yang diduga dilakukan oleh jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember oleh sejumlah media massa, pemeriksa dari Direktorat Jendral Kementrian Hukum dan Ham (Dirjen Kemenkumham) langsung turun ke lapangan.

Pemeriksa Dirjen Kemenkumham Minggu siang (18/7/2021) datang ke Lapas yang berada di sebelah tenggara alun-alun Kabupaten Jember tersebut. Sejumlah oknum pejabat lembaga tersebut diperiksa satu persatu.

Pemeriksaan oleh Dirjen Kemenkumham ini dibenarkan oleh Plt Kepala Lapas (Kalapas) Sarwito saat dikonfirmasi awak media.
”Iya mas ada pemeriksaan dari direktorat jendral,”kata Sarwito yang menggantikan sementara tugas kalapas sebelumnya yang purna tugas.

Lebih jauh Sarwito mengatakan belum mendapatkan informasi siapa dan materi apa yang diperiksa.
”Sementara ini mas, tim belum memberitahukan kita secara ininya apa (saya) belum tahu,” katanya.

Menurut informasi dari narasumber yang bisa dipercaya, salah satunya adalah petugas berinisial DF. DF selama ini memang dikenal sangat mengendalikan Lapas.

Baca Juga  Duh! Perempuan-Perempuan Desa di Jember Jadi Korban Begal Payudara

”Dia itu pengendali Lapas dejure memang ada Kalapas tapi defacto dia yang kendalikan Lapas,” kata narasumber tersebut.

DF juga diduga berbisnis dalam Lapas. Pengelola kantin ada hubungan kekerabatan dengan DF.

Loading...

Bisnis yang dilakukan DF ini tercium oleh sebuah lembaga pemantau Indonesia Club. Dalam rilisnya Direketur Eksekutif Indonesia club Gigih Guntoro menyebutkan, DF mewajibkan setiap warga binaan untuk deposit dana antara 500 ribu hingga 1 juta untuk keperluan sehari-hari. Bisa dibayangkan omset dari bisnis keluarga DF di dalam Lapas.

Tidak hanya itu kebobrokan lainnya adalah saat ditemukan fakta ada warga binaan yang dengan mudah mengatur peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Fakta ini terungkap setelah salah seorang kurir yang ditangkap oleh anggota Polsek Bangsalsari yang mengaku disuruh oleh salah seorang warga binaan yang saat ini menjalani masa hukuman di Lapas Jember.

Baca Juga  Aniaya Anggota Polisi, Preman di Surabaya Dibekuk

Tidak hanya itu narasumber media ini juga memberikan sebuah video rekaman berisi pengakuan seorang mantan warga binaan berinisial HAM yang mengaku mendapat fasilitas asimilasi Covid-19 dari tiga orang pejabat lapas termasuk DF, AD dan ER.

DF dan komplotannya juga terlibat dalam kasus asimilasi insidentil pil koplo ASM. ASM yang baru menjalani masa hukuman 1 tahun dari vonis 6 tahun penjara bisa dengan leluasa keluar masuk penjara. Padahal jika sesuai aturan warga binaan yang bisa mendapatkan asimilasi harus menjalani 2/3 dari masa hukuman.

ASM dapat menikmati fasilitas asimiliasi insidentil setelah mendapatkan SK TPP yang diduga difasilitasi oleh DF dan komplotannya. Temuan ini diungkapkan pula oleh Indonesia Club.

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaForkompimda Jatim Mengecek Langsung Pelaksanaan Serbuan Vaksinasi di Malang
Berita berikutnyaHari Raya Idul Adha, Polisi Banyuwangi Himbau Masyarakat Tak Mudik

Tinggalkan Balasan