Diduga Ada Penarikan di Proyerk P3-TGAI

109
Irigasi (ilustrasi)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Banyuwangi, Jawa Timur tahun 2021 diduga ada penarikan tentang proses pencairan dana.

Berdasarkan informasi dilapangan, dana tersebut sudah dicairkan ke bendara HIPPA masing-masing desa. Namun beredar kabar dana tersebut ditarik kembali oleh Aspirator.

“Kabar yang kami terima dana bantuan P3-TGAI tahun 2021 sebagian sudah cair ke pengurus HIPPA mas,” ujar HO warga Banyuwangi, Rabu (19/5/2021).

Setelah dana tersebut dicairkan, lanjut HO, kabarnya dana tersebut ditarik kembali oleh Aspirator, namun tidak semua HIPPA menyerahkan, namun ada juga yang tidak menyerahkan.

“Dana tersebut kabarnya ditarik lagi oleh Aspirator mas,” jelasnya.

Sayangnya, Agus Wahyudi dan Niko yang disebut sebut sebagai Aspirator Kabupaten Banyuwangi enggan berkomentar. Pertanyaan wartawan melalui sambungan Whatsapnya hanya dibaca namun tidak di balas.

Baca Juga  Bocah 4 Tahun di Surabaya Tercebur Dalam Sumur

Sementara itu, Eko Cahyono, Asisten Konsultan Manajemen Balai Besar wilayah sungai Brantas yang ada Kabupaten Banyuwangi, mulai angkat bicara. Menurut, Eko dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) saat itu, sejumlah Kepala Desa (Kades) di Banyuwangi juga turut menyaksikan dan bertanda tangan.

Loading...

“Dalam perjanjian kerjasama (PKS) Kades juga turut bertanda tangan. Dan disitulah Pemdes melalui Kades juga wajib melakukan pengawasan, dalam hal pengerjaan P3-TGAI di desanya,” kata Eko saat ditemui wartawan, Rabu (19/5/2021).

Sesuai juklak tehnis (Juknis), lanjut Eko pengerjaan tersebut wajib di kerjakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)

“Kami sudah menegaskan pada lembaga penerima bantuan bahwa pengerjaan harus dikerjakan secara swakelola, serta tenaga kerja wajib dari sekitar mengingat dampak covid -19 secara ekonomi sangat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Pengedar Soccah Bangkalan Dibekuk, Segini Barang Buktinya

“Sehingga hal tersebut dapat meningkatkan secara ekonomi. Dan pengelolaan anggaran itu juga HIPPA yang melakukan pengelolaan, baik dari sisi pembelanjaan dan lainnya. Jadi jika ada pihak pihak yang sengaja menarik anggaran tersebut itu sangat tidak dibenarkan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Samsul, selaku Konsultan Manajemen Balai, juga menjelaskan pengerjaan P3-TGAI tidak boleh dipindahtangankan.

“Pekerjaan harus dikerjakan secara swakelola oleh P3A/HIPPA penerima program dan tidak boleh dipindahtangankan atau di kontraktualkan kepada pihak ketiga,” jelasnya. (*)

Reporter: Rochman

 

Loading...
Artikulli paraprakKapolresta Sidoarjo Mengucapkan Selamat Hari Kebangkitan Nasional
Artikulli tjetërImigrasi Mataram Mengucapkan Selamat Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei

Tinggalkan Balasan