Didampingi Istri, Bupati Gresik Panen Jeruk Nipis Bareng Petani

71
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi istrinya Ning Nurul saat panen jeruk nipis di Kebonagung.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani panen jeruk nipis bareng petani di Desa Kebonagung, Kecamatan Ujung Pangkah, dengan didampingi istrinya Nurul Haromaini Akhmad Yani (Ning Nurul).

Suasana kedekatan Bupati millenial dengan petani jeruk tersebut sangat jelas terlihat. Tak jarang mereka (petani) mengungkapkan unek-uneknya dikala kondisi harga jual jeruk yang memprihatinkan karena harga jeruk nipis saat ini harganya Rp. 800 – 900 perkilogram.

Gus Yani mengatakan potensi ekspor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) jeruk nipis asal Desa Kebonagung, Kecamatan Ujung Pangkah cukup besar. Setiap bulannya, desa itu mampu menghasilkan 2 – 3 ton buah jeruk nipis per hektare. Sangat disayangkan apabila harganya hanya kisaran Rp. 900 rupiah perkilogram.

Dikatakan Gus Yani, beberapa pasar luar negeri seperti Malaysia dan Singapura tertarik membeli jeruk asal Gresik dan terealisasi beberapa ton untuk dikirim perdana ke kedua negara itu. Untuk itu agar petani bisa terus berkembang ditengah kondisi saat ini, perlu adanya strategi pengembangan.

Baca Juga  Warga Antusias, BINDA Jatim Bersama Dinkes Bojonegoro Gelar Vaksinasi

“Dengan kapasitas yang besar ini, perlu adanya strategi pengembangan, salah satunya jangkauan pasar lokal hingga mancanegara. Tentunya dibutuhkan pendampingan berkelanjutan dan aktif berkomunikasi dengan para Atase,” ungkapnya.

Loading...

Di desa kebonagung ini, kata Gus Yani, memiliki potensi jeruk nipis sangat luar biasa. Dengan lahan kebun jeruk seluas 450 hektare mampu menghasilkan rata-rata 2 hingga 3 ton perhektare setiap bulannya.

Dia berharap dengan mendorong sektor ekspor jeruk nipis asal Gresik bisa memacu percepatan pemulihan ekonomi daerah sekaligus merealisasikan dan mewujudkan Program Nawa Karsa Gresik Baru.

Selain dari sisi pemasaran, Gus Yani akan mendorong pengolahan jeruk nipis menjadi produk olahan bernilai ekonomis lebih tinggi seperti menjadi produk minuman cair, ekstrak, serbuk instans atau diolah menjadi produk sabuk dan kosmetik.

Baca Juga  Pendidikan Akhlak Sebagai Perioritas MTs Plus Nabawi Kedungadem

“Pengolahan ini sebagai solusi melimpahnya produk jeruk nipis, sehingga bisa berkontribusi mengurangi pengangguran, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga desa khususnya warga masyarakat Gresik,” katanya.

Gus Yani mengajak UMKM Gresik untuk terus semangat menembus pasar ekspor dan menjadikan Kebonagung sebagai desa devisa dari produk perkebunan.

Gus Yani juga sempat disambati masalah kelangkaan pupuk. Apalagi untuk merawat jeruk nipis ini dibutuhkan pupuk yang memadai. Dirinya berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pendekatan terhadap perusahaan produsen pupuk agar dapat membantu kondisi seperti saat ini.

“Kita beruapa semaksimal mungkin untuk mengatasi kelangkaan pupuk. Mudah-mudahan dengan pendekatan yang kita lakukan dapat membuahkan hasil yang diharapkan, yakni pupuk tercukupi untuk para petani,” pungkasnya. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...
Artikulli paraprakCegah Beredarnya Barang Terlarang Dalam Lapas Pamekasan, Petugas Razia Kamar Hunian WBP
Artikulli tjetërJHUR, Kades Sari Mulyo Usulkan Perbaikan Jalan pada Bupati Hendy

Tinggalkan Balasan