BLITAR,(Kabarjawatimur.com)-Sunguh naas di alami T A (12) siswa kelas  satu SMP di kecamatan Doko kabupaten Blitar.TA ini  belum genap setahun bersekolah di salah satu SMP di Kabupaten Blitar bagian timur ini. Namun ia sudah enam kali pingsan, karena sering mendapatkan kekerasan terhadap teman-temanya. Remaja 12 tahun ini kerap dipukul, ditendang, dibenturkan lantai, bahkan dibanting.

Terakhir, Senin (28/10) lalu, ia sempat pingsan selama tiga jam, setelah kepalanya dipukul  oleh temanya dari belakang.

Kata teman saya, saat saya pingsan, kemaluan saya juga dibuat mainan oleh teman-teman laki-laki yang menjaili saya,” ungkap TA

Kini putra Suyanto warga Kecamatan Doko Kabupaten Blitar ini takut untuk pergi ke sekolah. Apalagi remaja yang memiliki postur kecil ini juga mendapatkan ancaman dari temanya di sekolah.

Baca Juga  Tiba di Sei Pancang Nunukan, Taruna AAL Satlat KJK 2021 KRI Bima Suci Disambut Tarian Daerah

Lihatin aja le,Urusanne kita belum selesai,saya tunggu di sekolah,” Unkap TA saat meniru kata kata ancaman temanya

Karena khawatir, Orang tua TA pada Senin lalu langsung membawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan X-Ray, sebab Bintang mengeluh sakit di dadanya. Meski hasil pemeriksaan X-Ray tidak ada luka trauma pada tulang rusuk TA, namun ada kekhawatiran pada dirinya.Takut terjadi apa-apa, syukur Alhamdulillah tidak ada luka di dada,” ungkapnya.

Loading...

Melihat anaknya menjadi korban bully secara terus menerus akhirnya orang tua korban melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Orang tua TA menginginkan keadilan, sebab anaknya yang tengah menuntut ilmu kerap kali menjadi korban kejahilan teman-temanya di sekolah. Ingin kejadian ini yang terkahir kali dan tidak ada kejadian berikutnya,”Pungkasnya Selasa 6/11/2019

Baca Juga  PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Sampai 20 September 2021

Sementara Kepala Sekolah SMP Negri Doko Subandi mengaku,Dari pihak sekolah saat ini hanya melakukan memintai keterangan terhadap sejumlah siswa dan orang tuanya yang di duga terlibat perundungan tersebut. namun dari  korban saat ini tidak datang.

“Jadi ya memang benar kalau korban ini pernah mengalami pingsan,Namun pingsanya itu akibat bergurau,korban dalam satu tahun pernah mengalami tiga kali pingsan ,” Jelasnya Kepala sekolah

Kini dengan adanya kasus bullying tersebut pihak pihak terkait sudah melakukan mediasi dari kedua belah pihak,sedangkan Pihak PPA Polres Blitar tengah melakukan proses hukum agar kasus bullying tersebut tidak terjadi di wilayah Blitar dan kasus tersebut segera selesai.

 

Editor    :  Adi Rizki

 

Loading...
Berita sebelumyaPNS Mendominasi Melanggar dalam Razia Semeru 2019, 29 Ribu Tilang
Berita berikutnyaGagal Pesta, Dua Pria ini Keburu Terciduk

Tinggalkan Balasan