Dibujuk Jadi Istri Kedua, Bapak Dua Anak ini Setubuhi ABG 15 Tahun

30
Tersangka Berpakaian Baju Tahanan Polisi

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Sungguh malang nasib Bunga (nama samaran). Gadis ABG berumur 15 tahun asal Bangkalan itu menjadi korban kebejatan Erpan (33), warga Sampang. Tragisnya, peristiwa itu dilakukan disebuah mushola. Kini Erpan harus berurusan dengan polisi karena perbuatannya.

Kasus pencabulan tersebut terungkap setelah keluarga korban melapor. Erpan berhasil ditangkap di Wilayah Hukum Polsek Tanah Merah. Di hadapan penyidik, tersangka mengaku tertarik dengan korban. Erpan lantas berkenalan lewat HP. Dari perkenalan itu peristiwa memalukan terjadi.

Loading...

Erpan intens berkomunikasi dengan korban. Hingga mengajak korban melakukan hubungan badan. Kendati korban menolak ajakan itu, bapak dua anak tersebut tak kehabisan akal. Ia terus memaksa korban dengan cara akan menikahinya jika terjadi sesuatu. Korban luluh dan pasrah melayani nafsu bejat Erpan. Tidak hanya satu kali, Erpan menyetubuhi korban sebanyak tiga kali di tempat berbeda salah satunya di Mushalla.

Baca Juga  Ifan Ariadna dan Gus Aab Beri Semangat 620 Peserta Diklatsar Banser

Dihadapan Polisi, tersangka Erpan mengaku sudah beristri dan memiliki dua orang anak. Ia mengatakan, akan menikahi Bunga bila sudah hamil. “Kalau hamil pak, akan dinikahi, tanggungjawab,” ungkapnya.

Erpan mengaku, merayu korban dengan membujuk dinikahi untuk dijadikan istri kedua. Rayuan Erpan berhasil membuat luluh hati Bunga. Hingga akhirnya bersedia disetubuhi. “Iya, dia mau dimadu,” paparnya.

Kasus pencabulan anak dibawah umur ini dirilis langsung oleh Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra, pada Kamis (12/12/2019 di Mapolres setempat.

Dalam keterangannya, Rama mengatakan tersangka mencabuli korban tidak hanya di mushalla, tetapi di sebuah gudang LPG di Sampang.

“Terakhir, dilakukan di rumah temannya di Desa Pandabah, Kamal. Modusnya tetap sama yakni akan menikahi korban, dan korban bersedia menjadi istri kedua tersangka,” ujarnya.

Baca Juga  Scuba Jenis Masker Tidak Layak, Telah Beredar Selama 3 Bulan

Kini tersangka meringkuk dibalik jeruji besi. Atas perbuatannya, polisi menjeratnya dengan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Kapolres. (*)

Reporter: Rusdi

Loading...

Tinggalkan Balasan