Dibentuk Kampung Wani, Pasien Positif Makin Bertambah di Surabaya

237
Penyebaran Covid-19 Jawa Timur

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) –
Data dari Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, sehari saja yakni, Jum’at (29/5/2020), pasien Positif Covid-19 di Surabaya bertambah 94 orang.

Dengan begitu, maka total keseluruhan pasien Positif mencapai 2,394 orang, pasien sembuh 200 orang dan meninggal dunia 219 orang.

Di Sidoarjo, positif 609 orang, 27 orang sembuh dan 52 meninggal dan Gresik 158 positif, 14 orang sembuh dan 18 orang meninggal dunia.

Meski Pemkot Surabaya baru-baru ini membentuk Kampung Wani guna menangkal penyebaran Virus Civid-19, juga masih dalam pelaksanaan PSBB jilid 3, namun pasien masih saja bertambah.

Hal tersebut disebabkan karena kurang sadarnya masyarakat untuk menjalankan anjuran pemerintah agar tetap berada di rumah, selalu pysical distancing dan memakai masker.

Baca Juga  Kelompok Residivis Pencurian Tertangkap, Tiga Diantaranya Wanita

Seperti diketahui, Wali Kota Surabaya, Plt Kabupaten Sidoarjo dan Bupati Gresik sebagai penanggungjawab operasional pelaksanaan pemberlakuan PSBB di wilayah masing-masing.

Bahkan, sesuai dengan kewenangannya untuk mengerahkan sumber daya manusia, peralatan dan logistik sesuai dengan kebutuhan di wilayahnya.

Loading...

Dijelaskan kembali bahwa selama pelaksanaan PSBB tahap III, masing masing daerah kota di Surabaya raya mempunyai kebijaksanaan dan kearifan lokal sendiri.

Untuk kota Surabaya sendiri mempunyai Gugus tugas yang dinamakan ‘Kampung Wani’. Dalam hal ini kampung tersebut mempunyai konsep bahwa penertiban tentang PSBB tahap III tidak hanya di gerakan oleh aparatur negara namun akan juga dipantau oleh pihak ketua RT dan RW masing masing perkampungan.

Baca Juga  Aksi ke Empat Korban Cewek, Jambret ini Dibekuk

Heru Tjahyono menjelaskan ‘Kampung Wani’ yang akan diterapkan di kota Surabaya mempunyai beberapa langkah dengan melakukan Wani Ngandani, Wani sehat, Wani sejahtera dan Wani jogo Surabaya.

Masing masing Ketua RT dan RW akan secara langsung mempunyai kewajiban untuk melakukan teguran kepada para masyarakat yang bergerombol.

Namun Heru Tjahyono sendiri belum bisa memberikan keterangan kelanjutan tentang ketegasan pihak aparatur negara bila masih menemukan masyarakat yang tidak mematuhi ketentuan selama PSBB tahap III.

“Untuk sangsi sangsi yang akan diterapkan masyarakat bila melakukan penyimpangan selama PSBB tahap III akan dikembalikan kepada masing masing kota dan kabupaten di Surabaya Raya, mereka mempunyai kebijaksanaan sendiri,” tutup Heru Tjahyono. (*)

Reporter : Eko

Loading...
Artikulli paraprakAtap Sekolah SDN 2 Klompangan Jember Ambruk
Artikulli tjetërBertambah 3 Orang Kluster Pasar, Postif Corona di Sampang Jadi 26

Tinggalkan Balasan